Polres Singkawang, Polda Kalbar, telah mengerahkan sekitar 150 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026 di wilayah Kota Singkawang. Pengerahan besar-besaran ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 13 hari penuh. Fokus utama operasi ini adalah memberikan pelayanan optimal, perlindungan menyeluruh, serta menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat selama periode krusial ini.
Kapolres Singkawang, Dody Yudianto Arruan, menjelaskan bahwa upaya pengamanan ini tidak hanya berpusat pada kelancaran arus lalu lintas pemudik yang padat. Melainkan juga mencakup pengamanan ketat di kawasan permukiman, tempat ibadah, pusat keramaian, serta berbagai fasilitas publik lainnya yang vital. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri dengan penuh ketenangan dan kenyamanan.
Personel gabungan yang terlibat dalam Pengamanan Mudik Idulfitri ini berasal dari berbagai unsur, termasuk Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya, menunjukkan sinergi lintas sektor yang kuat. Mereka akan secara aktif memperkuat pengamanan di jalur-jalur utama dan titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat signifikan. Upaya komprehensif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan selama seluruh periode libur Lebaran.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Pengamanan Lintas Sektor untuk Idulfitri di Singkawang
Kapolres Singkawang, Dody Yudianto Arruan, menegaskan bahwa pengerahan 150 personel gabungan ini merupakan komitmen kuat dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026. Personel tersebut akan bertugas secara intensif selama 13 hari, mencakup periode mudik hingga perayaan Idulfitri, demi menjamin keamanan masyarakat Kota Singkawang. Pengamanan ini melibatkan kolaborasi erat antara Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait lainnya di wilayah tersebut.
Fokus utama pengamanan mencakup berbagai aspek krusial selama masa libur Lebaran yang dinanti-nantikan. Selain memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman, personel juga akan menjaga keamanan di kawasan permukiman. Tempat ibadah, pusat keramaian, serta fasilitas publik lainnya turut menjadi prioritas pengamanan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepolisian juga akan memperkuat penjagaan di jalur-jalur utama serta titik-titik strategis yang diprediksi akan ramai oleh aktivitas masyarakat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas dan memastikan setiap warga dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan damai. "Kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres Dody Yudianto Arruan, menekankan tujuan utama operasi ini.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah Kota dan Imbauan Penting bagi Masyarakat
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan kota. Terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur panjang Idulfitri yang kerap memicu berbagai tantangan.
Pemerintah Kota Singkawang juga telah berkoordinasi intensif dengan pihak terkait untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama periode mudik. Hal ini dilakukan untuk menghindari kelangkaan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik. "Kami dari Pemerintah Kota Singkawang menyampaikan terima kasih atas kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan ini," kata Tjhai Chui Mie, menyoroti pentingnya kerjasama.
Selain itu, Wali Kota Tjhai Chui Mie turut mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari penimbunan yang dapat memicu kepanikan di masyarakat. Bagi warga yang hendak mudik, penting untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan untuk waktu yang lama. Masyarakat juga diminta untuk tidak mengunggah informasi di media sosial yang menunjukkan rumah sedang kosong guna mencegah potensi tindak kejahatan dan menjaga privasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews
