Dampak Banjir Demak Meluas, Enam Desa Terendam Akibat Tanggul Jebol

Banjir Demak kian meluas hingga enam desa di tiga kecamatan terdampak, membuat ratusan rumah terendam dan warga dievakuasi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat, 3 April 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dampak Banjir Demak Meluas, Enam Desa Terendam Akibat Tanggul Jebol
Banjir Demak kian meluas hingga enam desa di tiga kecamatan terdampak, membuat ratusan rumah terendam dan warga dievakuasi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat, 3 April 2026. (AntaraNews)

Banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 April 2026, menyebabkan dampak yang signifikan. Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah hulu yang mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Tuntang. Akibatnya, tanggul sungai jebol dan air meluap, merendam permukiman warga di beberapa desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyatakan bahwa dampak banjir kini meluas hingga mencakup enam desa yang tersebar di tiga kecamatan. Sebelumnya, hanya beberapa desa yang dilaporkan terdampak bencana ini. Tim gabungan terus berupaya melakukan evakuasi dan pendataan terhadap warga serta infrastruktur yang terdampak.

Ketinggian genangan air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 80 sentimeter, menyulitkan aktivitas warga. Proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman masih terus berlangsung, terutama di wilayah yang genangan airnya masih tinggi. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu masyarakat.

Perluasan Area Terdampak Banjir Demak

Dampak banjir di Demak telah meluas secara signifikan, kini merendam enam desa di tiga kecamatan. Kecamatan Guntur menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, meliputi Desa Trimulyo, Sidoarjo, Turitempel, dan Sumberejo.

Selain Kecamatan Guntur, banjir juga melanda Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah, di mana sekitar 150 rumah dan 600 jiwa terdampak, termasuk dua tempat ibadah. Sementara itu, di Kecamatan Wonosalam, Desa Lempuyangan juga terendam banjir, dengan jumlah rumah terdampak yang masih dalam proses pendataan.

Genangan air yang mencapai antara 20 sentimeter hingga 80 sentimeter menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Empat rumah di Desa Trimulyo bahkan dilaporkan jebol akibat lokasinya yang sangat dekat dengan tanggul yang runtuh.

Penyebab dan Upaya Penanganan Banjir Demak

Penyebab utama meluasnya Banjir Demak adalah jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Soondoko, Desa Trimulyo. Tanggul tersebut dilaporkan jebol sepanjang sekitar 30 meter setelah tidak mampu menahan debit air yang tinggi akibat hujan deras.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan, termasuk BPBD, telah bergerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan. Langkah-langkah yang diambil meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, serta asesmen menyeluruh terhadap wilayah terdampak.

Selain itu, distribusi karung zak telah dilakukan untuk penanganan darurat tanggul, dan beberapa titik telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian, seperti balai desa dan kantor kecamatan. Upaya lanjutan juga mencakup monitoring wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan yang komprehensif. Warga terdampak di dukuh Solowere dan Solondoko telah dievakuasi ke Balai Desa Trimulyo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi