Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menilai Kota Magelang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam menjaga toleransi beragama di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Wibowo setelah menjadi narasumber dalam Diskusi Publik Lintas Iman di Kota Magelang pada Minggu (09/8).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang tersebut menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk berdialog. Wibowo Prasetyo menekankan bahwa keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Magelang adalah modal penting untuk membangun kerukunan antar-umat beragama.
Selain Wibowo, putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Allisa Wahid, dan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono juga turut hadir. Mereka sepakat bahwa semangat kebersamaan dan dialog lintas iman perlu terus dirawat untuk mewujudkan toleransi yang nyata di tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
DPR Dorong Magelang Jadi Etalase Keberagaman
Wibowo Prasetyo secara tegas menyatakan bahwa Kota Magelang merupakan "etalase keberagaman, etalase seluruh umat beragama." Ia menjelaskan bahwa setiap agama memang memiliki keyakinan dan umat masing-masing. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Wibowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang nyaman bagi setiap umat dalam menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.
Ia berharap Kota Magelang dapat menjadi contoh baik bagi toleransi dan keberagaman. "Kita jadikan Kota Magelang sebagai kota yang menjadi contoh baik bagi toleransi dan keberagaman. Masing-masing agama memiliki keyakinan, masing-masing agama memiliki umatnya, tetapi dalam persaudaraan kita sama. Kita satu dan bergotong royong untuk masyarakat secara lebih luas," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Merawat Keberagaman Kuat Sejak Dulu
Allisa Qatrunnada Munawaroh Wahid, yang akrab disapa Allisa Wahid, turut memberikan pandangannya mengenai Kota Magelang. Menurutnya, Kota Magelang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang memiliki keberagaman kuat. "Kota Magelang ini memang terkenal dengan keberagaman dari dulu dan keberagamannya juga sangat kuat. Sekolah-sekolah berbasis agama juga banyak di Kota Magelang," katanya.
Allisa menekankan bahwa keberagaman yang ada perlu terus dirawat melalui dialog dan interaksi antar-kelompok agama. Kegiatan lintas agama seperti yang baru saja digelar di Kota Magelang dinilai sebagai salah satu upaya penting untuk menjaga kerukunan tersebut.
Ia menyebut adanya harapan agar pengalaman Kota Magelang dalam menjaga kerukunan menjadi model bagi daerah lain, bahkan bagi Indonesia secara lebih luas. Dialog semacam ini merupakan upaya konkret untuk merawat semangat toleransi yang telah lama tumbuh di Magelang.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Magelang Ajak Wujudkan Toleransi Nyata
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh FMKI setempat. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan semangat kebersamaan karena berhasil menghadirkan berbagai unsur lintas agama. "Ini kegiatan yang positif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FMKI, tetapi yang diundang lintas agama, semua agama datang dan menandatangani Deklarasi Magelang," ungkapnya.
Damar Prasetyono mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan harmonisasi antar-umat beragama. Ia menekankan bahwa semangat ini tidak boleh berhenti pada deklarasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. "Marilah bareng-bareng kita jaga toleransi ini, harmonisasi ini betul-betul diwujudkan secara nyata di Kota Magelang," katanya.
Menurut Wali Kota, berbagai indikator toleransi di Kota Magelang menunjukkan perkembangan yang positif. Kebersamaan antar-masyarakat harus terus diperkuat agar semangat toleransi dapat terus dirasakan secara nyata dan menjadi bagian integral dari kehidupan warga Magelang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews
