Jakarta Utara Siapkan Dua Biodigester, Pemprov DKI Bidik Produksi Biogas Harian

Pemprov DKI membangun dua biodigester di Rorotan dan Rawa Badak Utara. Kapasitas 500 kg per hari, dengan proyeksi biogas dan penurunan emisi.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jakarta Utara Siapkan Dua Biodigester, Pemprov DKI Bidik Produksi Biogas Harian
Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) telah memasuki fase tender dengan partisipasi 24 perusahaan internasional berpengalaman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dua fasilitas pengolahan sampah organik (biodigester) di Jakarta Utara. Dengan kapasitas gabungan 500 kilogram per hari, inisiatif ini ditujukan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Fasilitas akan dibangun di Rusunawa Rorotan, Kecamatan Cilincing, serta di TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.

Melalui teknologi biodigester, sampah organik diolah menjadi biogas dan menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Program ini dijalankan berkolaborasi dengan Bank Jakarta.

Biodigester di Rorotan dan Rawa Badak, Kapasitas 250 Kg Per Hari

Setiap unit biodigester dirancang menampung hingga 250 kilogram sampah organik per hari di dua lokasi tersebut.

Bank Jakarta menyatakan keterlibatannya sebagai dukungan terhadap penanganan sampah di Ibu Kota.

"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta," kata Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

"Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," ujar Agus.

Kolaborasi Berlanjut: Dari Pekayon ke Jakarta Utara

Sebelumnya, pada November 2025, Bank Jakarta mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber dan kesinambungan program bersama Pemprov DKI.

"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," ucap Arie.

"Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester melalui pengolahan sampah organik dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Arie.

Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap fasilitas tersebut dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Proyeksi Biogas dan Pengurangan Emisi Harian

Dengan total kapasitas 500 kilogram per hari, dua fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas setiap hari.

Selain menghasilkan energi terbarukan, operasional biodigester diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Rekomendasi