Jokowi Buka Suara Soal Duduk Gibran Tak di Samping Prabowo Saat Sidang Kabinet

Posisi duduk Gibran saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, sempat menjadi sorotan karena duduk sejajar dengan jajaran menteri/menteri koordinator dan tidak berdampingan langsung Prabowo.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jokowi Buka Suara Soal Duduk Gibran Tak di Samping Prabowo Saat Sidang Kabinet
Jokowi bicara soal posisi duduk Gibran dan Prabowo saat sidang kabinet. (PulseFeed/Arie Sunaryo).

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak berada di samping Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Jokowi mengatakan, terkait posisi duduk keduanya sudah diatur berdasarkan undang-undang keprotokolan.

"Ya, secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya," ujar Jokowi saat ditemui awak media di rumahnya, Jalan Kutai Utara Nomor 01, Sumber, Solo, Rabu (12/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa aturan terkait hal tersebut sudah jelas. "Ya sudah, diikuti aja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok," tegasnya.

Saat ditanyakan kalimat 'sudah jelas semuanya' yang diucapkannya, Jokowi hanya tersenyum. Dia meminta awak media untuk membaca aturan tersebut.

"Ya, coba dibaca aturannya," ucap Jokowi sambil tersenyum.

 

Jokowi Bicara Hubungan Prabowo dan Gibran

Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu memastikan, hubungan keduanya tetap kondusif usai kejadian tersebut.

"Ya, baik-baik saja, enggak ada masalah," kata Jokowi.

Jokowi juga membantah munculnya kabar hubungan keduanya kurang baik akhir-akhir ini. "Baik-baik saja," pungkasnya.

Posisi duduk Prabowo dan Gibran saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, sempat menjadi sorotan publik karena Gibran duduk sejajar dengan jajaran menteri/menteri koordinator dan tidak berdampingan langsung di samping Presiden.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengaturan tempat duduk tersebut murni karena kebutuhan teknis semata.

Rekomendasi