Banjir Abadi Sawangan-Cipayung Surut, Pemkot Depok Mulai Tata Kawasan

Empat tahun tergenang, banjir yang memutus akses Sawangan–Cipayung mulai surut. Wali Kota Depok menyiapkan ekskavator dan penataan kawasan. Ini rinciannya.

Dicky Agung Prihanto
Oleh Dicky Agung Prihanto - Reporter
Banjir Abadi Sawangan-Cipayung Surut, Pemkot Depok Mulai Tata Kawasan
Banjir yang memutus jalan penghubung wilayah Sawangan dan Cipayung, Depok, terlihat mulai surut memasuki musim kemarau (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Memasuki musim kemarau, 'banjir abadi' yang memutus akses jalan penghubung sekaligus perbatasan wilayah Sawangan dan Cipayung, Depok, mulai surut. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, jalan penghubung dan jembatan di atas Kali Pesanggrahan mulai terlihat.

Meski demikian, akses dari Kampung Bulak Barat menuju Pasir Putih masih belum dapat dilintasi warga maupun kendaraan. Di lokasi terdapat dua ekskavator yang akan difungsikan untuk menata kawasan Kampung Bulak Barat, Pasir Putih, Kali Pesanggrahan, serta area longsoran TPA Cipayung.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, surutnya banjir di kawasan perbatasan Sawangan dan Pasir Putih dimanfaatkan Pemerintah Kota Depok untuk melakukan penataan, termasuk kawasan permukiman.

"Kita kejar untuk aliran air biar nggak lagi tergenang di situ, apalagi menggenangi jalur yang menghubungkan Bulak Barat dengan pasir putih," ujar Supian saat ditemui Liputan6.com, Rabu (12/8/2026).

Supian telah meminta dinas terkait membangun jalan yang menghubungkan Pasir Putih dengan Bulak Barat atau Cipayung. Untuk mendukung penataan, Pemkot Depok menyiapkan dua ekskavator untuk mengeruk lumpur akibat banjir.

"Saya minta kita masih ada alat berat yang cukup jumlahnya untuk pengerukan secara maksimal di area yang kemarin jadi genangan air," jelas Supian.

Pengerukan di kawasan banjir yang mulai surut itu secara tidak langsung membentuk area baru yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air. Lokasi tersebut diharapkan mampu menampung debit air dari Kali Pesanggrahan.

"Ya boleh dibilang, kita buat tanah baru di situ sebagai penampungan air, sehingga debit airnya bisa tertampung lebih maksimal," terang Supian.

Pemkot Depok juga melakukan penataan Kali Pesanggrahan yang berbatasan langsung dengan TPA Cipayung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah sampah dari longsoran TPA Cipayung kembali masuk ke aliran Kali Pesanggrahan dan menyebabkan penyempitan aliran.

"Kita kan juga lagi berikhtiar sampah tidak lagi dibuang TPA, kita punya waktu satu sampai dua tahun ini," ucap Supian.

Supian mengungkapkan, Pemkot Depok tengah berupaya mengolah sampah di TPA Cipayung menjadi energi listrik. Jika upaya tersebut berjalan, beban sampah di TPA Cipayung diharapkan tidak kembali meningkat.

"Nah, di situ baru mulai (melakukan penataan), saya minta sudah hubungi ke Kadis DLHK untuk mulai penanaman pohon di sekitaran yang selama ini longsor ke Kali Pesanggrahan," ungkap Supian.

Selain penanaman pohon, lanjut Supian, Pemkot Depok akan mengupayakan pembangunan turap apabila anggaran memungkinkan. Namun, untuk saat ini, Pemkot Depok masih fokus menata kawasan banjir di jalur penghubung Sawangan dan Cipayung.

"Kalau memang dimungkinkan kita turap-turap di sana (perbatasan TPA dengan Kali), itu yang secara teknis saya minta masih dijajaki," pungkas Supian.

Sebagai informasi, Kampung Bulak Barat, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, telah dilanda banjir sejak 2022.

Rekomendasi