Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,Trimedya Panjaitanmengungkapkan hasil pemanggilan terhadap komisioner KY, Imam Anshori Saleh. Menurut Trimedya, pertemuan percobaan penyuapan itu dilakukan oleh lima fraksi di DPR untuk meloloskan calon hakim agung wanita.Trimedya menjelaskan, jika dalam pertemuan itu, tak satu pun nama yang disebut oleh Imam sebagai pelaku percobaan penyuapan terhadap KY. Percobaan itu, kata dia, menurut Imam dilakukan di sebuah restoran di Plaza Senayan."Ada 16 poin yang disampaikan, itu tidak ada yang baru. Yang baru hanya satu, dia diundang di Plaza senayan, yang lain sama saja. Terus terang, ada 7 orang anggota BK dari 11 anggota kecewa dengan apa yang disampaikan Pak Imam," jelas Trimedya usai pimpin rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/9).Politikus asal PDIP ini menjelaskan, jika Imam khawatir dan tak percaya jika menyebut nama pelaku akan bocor ke media. Akibatnya, Imam dituntut balik karena tak punya bukti."Imam judge BK ini lembaga politik, dia khawatir. Karena ketemu berdua, takut dituntut balik. Akhirnya beliau tetap tidak mau menyampaikan," imbuhnya.Dia menambahkan, pengakuan Imam dalam percobaan suap itu, ada lima fraksi anggota DPR yang terlibat. Kelima fraksi itu, lanjut dia, meminta agar KY meloloskan seorang calon hakim perempuan yang diberi nama 'ibu'.Kendati demikian, Imam pun enggan menyebut fraksi mana saja yang menitipkan calon tersebut. Begitu pula dengan sebutan 'ibu, ia enggan menyebut siapa orang tersebut."Ada 5 fraksi, supaya ibu itu. Kita tidak tahu ibu itu siapa," pungkasnya.
BK DPR: 5 Fraksi minta 'ibu' diloloskan KY jadi hakim agung
Komisioner KY Imam Anshori mengungkapkan percobaan penyuapan dilakukan di sebuah restoran di Plaza Senayan.
Advertisement
Rekomendasi
