Semringah Romi jadi Ketum PPP, hingga berani 'palak' dan rayu JK

"Erwin Aksa, siapa tahu mau jadi bendum PPP."

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Semringah Romi jadi Ketum PPP, hingga berani 'palak' dan rayu JK
Romahurmuziy diperiksa KPK. ©2014 PulseFeed/dwi narwoko

Romahurmuziy alias Romi terpilih menjadi ketua umum PPP dalam muktamar VIII yang digelar di asrama haji, Jakarta. Muktamar ini dinilai akhir dari perseteruan internal PPP meski kubu Djan Faridz menolak hadir.Muktamar asrama haji dihadiri oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan. Kemudian ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).Romi kembali terpilih menjadi orang nomor satu di partai berlambang Kabah ini. Setelah sebelumnya muktamar Surabaya dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).Romi terlihat sangat semringah pasca kembali jadi ketua umum gantikan Suryadharma Ali. Bahkan tak segan, saat pidato politiknya, Romi merayu JK untuk masuk PPP."Di sini ada bapak wapres (Jusuf Kalla), ayahanda beliau adalah pendiri PPP di Sulsel. Barangkali nih Pak wapres berkenan, bersedia untuk diajak bergabung ke PPP ini. Kenapa? Karena memang itulah dunia. Itu cara hikmah," kata Romi dalam Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4).Romi juga mengajak anak pengusaha Aksa Mahmud yaitu Erwin Aksa untuk bergabung dengan PPP. Tak ragu Romi akan menghadiahi jabatan sebagai bendahara umum PPP."Di sini ada Pak Aksa Mahmud, salah satu pengusaha yang hebat di republik ini, ada putra beliau namanya Erwin Aksa, siapa tahu mau jadi bendum PPP," tuturnya.

Sambil bercanda, Romi pernah menyampaikan hal ini secara langsung ke Erwin. Namun Erwin sempat menolak karena latar belakang keluarganya menjadi kader Partai Golkar. Namun Romi tak putus asa untuk merayunya kembali."Pak inget pak, kalau bapak mati yang ditanya kiblatmu apa? Kabah. Enggak ada itu jawab kiblatnya pohon beringin. Setuju? Formatur pun tidak bisa nolak ini kalau sudah setuju," kata dia.Bukan cuma merayu, Romi bahkan berani 'memalak' JK. Dia meminta JK belikan kader PPP handphone dan tablet.Romi, berharap nantinya handphone tersebut dibagikan ke kader PPP berjumlah 517 orang. Sebab menurutnya, salah satu persoalan PPP ke depan adalah era digital. Bagaimana caranya agar komunikasi dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia tidak boleh mengalami hambatan."Ke depan, tidak boleh lagi, Ketua dan Sekretaris cabang yang pegang HP yang belum android, DPP nanti akan membagikannya ke depan," kata Romi."Hore," jawab serentak para peserta Muktamar VIII PPP.Permintaan tersebut disampaikan Romi kepada Wapres JK dan Aksa Mahmud sebagai pengusaha."Kita berjanji di sini karena ada Pak JK dan Pak Aksa Mahmud, Pak JK ini maksudnya sebagai pengusaha. Enggak banyak, cuma 517 kali dua tablet, kali Rp 5 jutaan, ya besar kok itu," ujar Romi."Kalau setuju, ditolak, itu menolak bala lho Pak, karena sodaqoh itu menghindarkan bala, jadi di antara harta Pak JK dan Pak Aksa ada hak-hak orang PPP," tutur Romi.Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla membalas permintaan Romi. Dia justru menyayangkan dana PPP yang dihabiskan untuk konflik internal."Janganlah menghabiskan energi kita untuk berdebat, bercerai, bersaing membuat alasan atau menghabiskan kemampuan dana kita untuk bermuktamar-muktamar tidak habis-habisnya, karenanya apa yang ada lebih baik kita belikan untuk handphone tadi," ungkap JK.

Rekomendasi