ekonomi NTT
-
News •DJPb Kemenkeu: Penyaluran UMi NTT Tembus Rp147,97 Miliar, Jangkau Puluhan Ribu DebiturDirektorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan melaporkan penyaluran UMi NTT hingga Mei 2026 mencapai Rp147,97 miliar, menjangkau lebih dari 26 ribu debitur dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam mendukung UMKM.
-
Ekonomi •NTT Perkuat Sektor Peternakan: 3.000 Dosis Semen Beku Sapi Tingkatkan Populasi dan Mutu GenetikProvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima 3.000 dosis semen beku sapi dari Kementerian Pertanian, sebuah langkah strategis untuk mendukung peningkatan populasi sapi dan perbaikan mutu genetik ternak di wilayah tersebut.
-
News •DJPb NTT: Penyaluran DAK Fisik Capai Rp19,79 Miliar, Percepat Pembangunan DaerahKantor Wilayah DJPb NTT mencatat Penyaluran DAK Fisik di daerah itu telah mencapai Rp19,79 miliar hingga awal Juni 2026, mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.
-
News •Realisasi Belanja APBN NTT Tembus Rp10,21 Triliun per April 2026, Dorong Ekonomi DaerahRealisasi Belanja APBN NTT mencapai Rp10,21 triliun hingga April 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menopang ekonomi dan layanan publik. Simak rinciannya di sini.
-
News •DJPb NTT Catat Penyaluran Pembiayaan Perumahan Rp129,97 Miliar, Dorong Akses Hunian LayakKantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Penyaluran Pembiayaan Perumahan mencapai Rp129,97 miliar hingga April 2026, memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
-
News •Percepatan Penyaluran TKD NTT 2026 Mendesak, DJPb Soroti DAK Fisik dan DBHDirektorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyoroti perlunya percepatan dalam Penyaluran TKD NTT 2026, khususnya pada komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Bagi Hasil (DBH), untuk mengoptimalkan dukungan APBN.
-
Ekonomi •BPS Catat Inflasi NTT April 2026 Capai 2,62 Persen, Dipicu Kenaikan Harga IniBadan Pusat Statistik (BPS) merilis data Inflasi NTT April 2026 sebesar 2,62 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Simak komoditas pemicu dan wilayah dengan inflasi tertinggi di Nusa Tenggara Timur.
-
News •Alokasi DIPA 2026 NTT Perkuat Vokasi dan Modernisasi Pertanian, Dorong Ekonomi LokalDirektorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mengumumkan alokasi DIPA 2026 NTT difokuskan untuk penguatan pendidikan vokasi dan modernisasi pertanian, kunci pendorong ekonomi daerah.
-
Ekonomi •Makan Bergizi Gratis: Peluang NTT Mengubah Program Sosial Jadi Mesin Ekonomi KuatProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTT lebih dari sekadar bantuan sosial. Pahami bagaimana inisiatif ini dapat menjadi mesin ekonomi kuat, menggerakkan produksi lokal dan menciptakan pasar pasti bagi masyarakat.
-
News •DJKN Catat Nilai BMN NTT Capai Rp78,39 Triliun hingga Februari 2026: Kontribusi Penting bagi Pembangunan NasionalDirektorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat Nilai BMN NTT mencapai Rp78,39 triliun per Februari 2026, menunjukkan kontribusi vital bagi pembangunan daerah dan nasional.
-
News •Realisasi Belanja APBN NTT Tembus Rp5,3 Triliun per Februari 2026, Tumbuh SignifikanRealisasi belanja APBN di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp5,3 triliun per Februari 2026, menunjukkan peningkatan signifikan. Capaian Realisasi Belanja APBN NTT ini menandakan aktivitas ekonomi yang membaik di daerah tersebut.
-
News •Pusat Industri Garam Nasional Rote Ndao Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Kurangi ImporPembangunan Pusat Industri Garam Nasional Rote Ndao di NTT ditargetkan selesai Juni 2026. Proyek strategis ini diharapkan mengurangi impor garam dan serap ribuan tenaga kerja.
-
News •DJPb Salurkan Rp4,37 Triliun Dana Transfer Daerah ke NTT, Pacu Akselerasi PembangunanKementerian Keuangan melalui DJPb telah merealisasikan Penyaluran TKD NTT sebesar Rp4,37 triliun hingga Februari 2026. Realisasi ini vital untuk mendukung layanan publik dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
-
News •Bea Cukai NTT Setor Rp682,8 Juta ke Kas Negara per Februari 2026, Lampaui Target Awal TahunKantor Bea Cukai NTT berhasil menyetor Rp682,8 juta ke kas negara hingga Februari 2026, mencapai 21,19 persen dari target tahunan. Capaian ini menunjukkan kinerja positif Bea Cukai NTT dalam mengoptimalkan penerimaan negara.
-
Ekonomi •Pelaku Usaha Desak Pembukaan TNK Labuan Bajo 1 Februari 2026, Stabilkan Ekonomi PariwisataPelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo mendesak pembukaan Taman Nasional Komodo (TNK) mulai 1 Februari 2026. Desakan ini muncul setelah penutupan akibat cuaca buruk berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi lokal, menimbulkan ketidakpastian bagi indust
-
Ekonomi •Realisasi KUR NTT 2025 Capai Rp2,77 Triliun, Sektor Perdagangan Dominasi PenyaluranKantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan mencatat Realisasi KUR NTT sepanjang 2025 mencapai Rp2,77 triliun, menjangkau puluhan ribu debitur. Simak detail penyaluran dan sektor dominan yang menerima pembiayaan di Nusa Tenggara Timur.
-
Ekonomi •Pemprov NTT Targetkan Penurunan Defisit Neraca Perdagangan NTT di Bawah Rp50 TriliunPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertekad menurunkan defisit Neraca Perdagangan NTT hingga di bawah Rp50 triliun pada tahun 2026, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal yang masih menghadapi tantangan besar.
-
Ekonomi •Akademisi Dorong Optimalisasi PAD NTT 2026: Strategi Peningkatan Pendapatan DaerahAkademisi Undana Kupang dorong optimalisasi program prioritas dan potensi daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT 2026. Langkah ini krusial kurangi ketergantungan transfer pusat.
-
Ekonomi •DJKN Catat Nilai BMN NTT Tembus Rp105 Triliun di Tahun 2025, Dorong Pembangunan DaerahDirektorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat nilai Barang Milik Negara (BMN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp105 triliun pada tahun 2025, angka ini berkontribusi signifikan pada pembangunan dan layanan publik di wilayah tersebut.
-
Ekonomi •Gubernur NTT Minta Maskapai Siapkan Penerbangan Internasional Bandara El Tari Mulai Februari 2026Gubernur NTT Melki Laka Lena mendesak maskapai dan operator kargo untuk mempersiapkan penerbangan internasional perdana dari Bandara El Tari Kupang, yang ditargetkan beroperasi Februari 2026, demi kelancaran operasional dan agenda strategis daerah.
