Ikatan Dokter Indonesia
-
News •IDI Respons Keluhan Stroke Kuping Kiki Saputri: Kualitas Dokter Indonesia Sama BagusCuitan tersebut menimbulkan beragam reaksi dari warganet. Ada yang membagikan pengalaman serupa. Namun, adapula yang menuduh Kiky meremehkan kemampuan dokter Indonesia.
-
News •IDI Ungkap Urgensi Surveilans KesehatanAdib menyebut, surveilans epidemiologi masih sangat penting untuk memantau perkembangan kasus tiap penyakit sesuai perkembangan di lapangan.
-
News •IDI Ungkap Pemicu Masyarakat Berobat ke Luar NegeriMenurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Adib Khumaidi, penerapan pajak pada elemen pembiayaan kesehatan merupakan hal yang perlu dilakukan penyesuaian.
-
News •Ketua PB IDI Adib Khumaidi Ditunjuk jadi Ketua Asosiasi Kedokteran se-ASEAN & MASEANKetua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT ditunjuk menjadi Ketua Medical Association of South East Asian Nations (MASEAN), perhimpunan kedokteran nasional dari negara-negara ASEAN.
-
News •IDI Bantah Menkes Soal Jual Beli Rekomendasi Dokter: Buktikan Kalau AdaMenurut Slamet, IDI hanya menetapkan iuran kepada seluruh anggotanya. Iuran itu akan digunakan untuk keperluan organisasi profesi.
-
News •IDI: DPR Ingin Pecah Belah Organisasi Profesi Lewat RUU KesehatanSejumlah organisasi profesi di bidang kesehatan mendesak RUU Kesehatan dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
-
News •Miris, 7.000 Bayi Meninggal Setiap Tahunnya Karena Kekurangan Dokter SpesialisMayoritas bayi-bayi yang meninggal itu mengalami kelainan jantung bawaan. Bukan hanya minim dokter, kapasitas ruang operasi juga tak memadai.
-
News •Viral Surat Sakit Online Bisa jadi 15 Menit, Ini Respons KemenkesUntuk pembuatan surat sakit tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pasien, sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
-
News •Menkes Siapkan 2.500 Beasiswa Dokter Spesialis Pada Tahun 2023Menurutnya, berdasarkan data WHO, rasio kebutuhan dokter untuk warga negara Indonesia adalah 1:1000. Sedangkan rasio untuk negara maju ada di angka 3:1000 dokter, bahkan beberapa negara berupaya mencapai rasio sebanyak 5:1000 dokter.
-
News •Jelang Libur Nataru, IDI Minta Pemerintah Tingkatkan Vaksinasi Covid-19 Booster KeduaIDI mendorong pemerintah meningkatkan vaksinasi booster Covid-19 kedua kepada masyarakat.
-
News •IDI Minta Dokter Korban Bullying saat Pendidikan Spesialis MelaporIDI memastikan bakal menindak tegas pelaku.
-
News •Bantah Data Menkes, MKKI Sebut Indonesia Tidak Kekurangan DokterPendapat MKKI berbeda dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Budi mengatakan Indonesia kekurangan dokter. Sementara MKKI sebaliknya.
-
News •IDI Ungkap Penyebab Biaya Pendidikan Dokter Mahal, Ini SolusinyaAdib melanjutkan, jika sudah ada standarisasi itu, maka IDI bisa mendorong adanya anggaran terkait beasiswa pendidikan kedokteran. Dari alokasi anggaran itu, bisa diketahui berapa banyak jumlah dokter yang butuh beasiswa.
-
News •Ketua IDI Minta Warga Kalbar Jangan Berobat ke MalaysiaKetua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi, meminta masyarakat tak lagi berobat ke luar negeri. Khususnya yang tinggal di Kalimantan Barat (Kalbar), yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
-
News •Ketum IDI Minta Dokter Kalbar Cegah Warga Berobat ke MalaysiaAdib Khumaidi berharap, dengan telah dilantiknya pengurus IDI Kalbar ini, dirinya berharap dapat bersatu dalam meningkatkan potensi pelayanan, fasilitas, dan akses pelayanan di Kalbar.
-
News •Beda dengan IDI, PDSI Dukung RUU Kesehatan Omnibus LawPDSI mengaku tak masalah berbeda sikap dengan organisasi profesi kesehatan lain.
-
News •Sederet Alasan RUU Kesehatan DitolakDPR diminta segera mencabut RUU tersebut dari Prolegnas prioritas 2023.
-
News •Ramai-Ramai Tolak RUU KesehatanNyaris semua organisasi profesi kesehatan menolak RUU Kesehatan Omnibus Law.
-
News •Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law, Organisasi Profesi Kirim Surat ke JokowiSurat penolakan ini dikirim ke Presiden Jokowi pada 24 November 2022.
-
News •Desak DPR Tarik RUU Kesehatan dari Prolegnas, IDI Makassar: Demi Pelayanan ke WargaSetidaknya ada lima poin penting pernyataan sikap organisasi profesi medis di Makassar. Pertama, terkait akan dihapusnya rekomendasi praktik keprofesian dalam RUU Kesehatan.
