Josua Pardede
-
Ekonomi •Mandatori B50 Berpotensi Bantu Rupiah dan Neraca Dagang Tanpa Bebani APBNPenerapan mandatori B50 dinilai ekonom dapat menopang nilai tukar rupiah dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tata kelola yang baik.
-
News •Dampak SRBI Terhadap Likuiditas Bank: Ekonom Ingatkan BI Jaga KeseimbanganKepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menyoroti potensi SRBI menyedot likuiditas bank. Ia mengingatkan BI untuk memastikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tidak memicu kenaikan bunga simpanan berlebihan.
-
News •Efek Belanja Pemerintah Triwulan Mendatang Diprediksi Tak Sekuat Q1, Ini AlasannyaEkonom memprediksi efek belanja pemerintah pada triwulan mendatang tidak akan sekuat triwulan I. Ketahui alasan di balik proyeksi ini dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
-
News •Belanja Pemerintah Triwulan I Dorong Jumlah Uang Beredar, Ekonom Ingatkan Hati-hatiPeningkatan belanja pemerintah pada triwulan I 2026 disebut ekonom Josua Pardede turut mendorong jumlah uang beredar, namun efeknya perlu dicermati agar pertumbuhan ekonomi berkualitas.
-
News •Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Sinyal Kebijakan The FedNilai tukar Rupiah tertekan akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan sinyal kebijakan suku bunga The Fed. Simak analisis lengkap mengenai faktor-faktor pemicunya.
-
Ekonomi •Kurs Rupiah Dibayangi Rilis Inflasi AS: Pasar Menanti Sinyal The FedKurs Rupiah bergerak terbatas di tengah fokus pasar menanti rilis data inflasi AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed, memicu ketidakpastian investor.
-
News •Pembukaan Lapangan Kerja Dorong Penjualan Otomotif Nasional, Ekonom Ungkap Potensi BesarEkonom Josua Pardede menyoroti dampak signifikan pembukaan lapangan kerja terhadap sektor otomotif nasional. Simak bagaimana peningkatan lapangan kerja bisa mendongkrak penjualan otomotif di Indonesia.
-
Ekonomi •Rupiah Melemah Tajam, Defisit Fiskal APBN 2025 Melebar Jadi Pemicu UtamaNilai tukar Rupiah melemah signifikan pada pembukaan perdagangan Jumat, dipicu oleh pelebaran defisit fiskal anggaran negara 2025 yang mencapai Rp695,1 triliun dan melampaui target awal.
-
Ekonomi •Tahukah Anda, Kontribusi Manufaktur Pernah Capai 30%? Ekonom Soroti Dampak Magang Temporer, Genjot Investasi Padat Karya Jadi KunciKepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai program magang nasional berdampak jangka pendek. Ia menekankan pentingnya genjot **investasi padat karya** untuk ciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
