kasus tabrak lari
-
News •Usai Menabrak, Pelaku Bantah Buang Jasad Darmanto ke ParitPolisi menangkap M Syachrudin (30), warga Kutai Kartanegara, yang menabrak Darmanto (34), di Jalan Letjen Suprapto, Jumat (21/12) subuh kemarin. Pelaku membantah telah membuang jasad Darmanto di parit.
-
News •Polisi Tangkap Penabrak & Pembuang Jasad Darmanto Ditemukan di ParitSementara ini, menurut Sudarsono, terduga pelaku belum diinterogasi lebih dalam, oleh tim Satreskrim, yang menerima koordinasi penanganan kasus, dari Satlantas. "Nanti, setelah diinterogasi dan disidik, baru akan diketahui motifnya," ujar Sudarsono.
-
News •Jadi Korban Tabrak Lari, Jasad Darmanto Dibuang di ParitDitemui PulseFeed, saksi mata Thalib (59), mengatakan, Darmanto awalnya ditemukan terlentang di jalan. "Kemudian ada mobil pikap putar balik, ngaku menabrak, dan mau bawa ke rumah sakit. Korban kemudian di bawa di kursi sebelah kiri. Kondisinya waktu itu masih hidup kok," kata Thalib.
-
News •Sopir truk mengaku sengaja kabur usai lindas polisi di SemarangPenyidik Unit Laka Polrestabes Semarang menetapkan sopir truk Supriyadi (42) warga Kedungsari, Temayang, Bojonegoro sebagai tersangka kasus tabrak lari terhadap anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jateng Brigadir Nur Rokhim.
-
News •Truk di Semarang kabur usai tabrak anggota polisi hingga meninggalAnggota Bidokkes Polda Jateng Brigadir Nur Rokhim (32) warga Dukuh Sekar Petak, Kebun Agung, Kabupaten Demak tewas tertabrak truk di Jalan Brigjen Sudiarto KM 11 depan Giant Penggaron, Semarang Rabu (10/10) pukul 06.30 WIB. Korban tewas dengan luka parah di kepala, sementara truk masih dalam pengejaran petugas.
-
News •Rekaman cctv tak jelas, ciri penabrak anggota Densus 88 sulit dikenaliDalam pengejaran ini, kata Agus, pihaknya mengalami kendala dalam melacak nomor polisi. Sebab, tak ada kamera pengintai yang menangkap jelas nomor polisi mobil tersebut.
-
News •Anggota Densus 88 jadi korban tabrak lariDia mengungkapkan, kejadian terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, oleh seorang pengemudi mobil CRV warna putih yang hingga kini belum diketahui pelat dan identitasnya.
-
News •Kejari Solo kembalikan berkas bos cat Iwan Adranacus tabrak pemotorKasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli berjanji untuk melengkapi berkas kasus tersebut secepatnya. Ia mengaku, tidak menemui masalah berarti dalam penanganan kasus yang menyita perhatian masyarakat Solo itu.
-
News •Kasus bos cat tabrak pemotor, Kapolda Jateng beri bantuan ke keluarga korbanKapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono menyerahkan tali asih berupa uang dan bingkisan kepada keluarga korban tabrak maut bos perusahaan cat Iwan Adranacus. Kapolda didampingi Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Wakapolresta AKBP Andy Rifai mendatangi rumah mendiang Eko Prasetio.
-
News •Terobos lampu merah, pemotor tabrak lari polisi di depan Istana NegaraSesampainya korban di lampu lalu lintas B1, kala itu posisi korban dalam keadaan lampu hijau. Dan saat itulah, korban ditabrak oleh Abdul yang diduga melanggar atau menerobos lampu merah dari arah Mahkamah Agung-Tanah Abang.
-
News •Berkas perkara Iwan Adranacus kasus dugaan pembunuhan dikirim ke KejaksaanBerkas telah dikirim ke Kejari Surakarta sebagai proses pelimpahan berkas tahap 1. Dia berharap, Kejari segera melakukan penelitian terhadap berkas yang diolah penyidik Satreskrim. Sehingga selanjutnya berkas dapat lengkap dan proses hukum digeber cepat.
-
News •Polisi sebut pelaku tabrak lari di Taman Sari beli sabu di BogorFranky, pengendara Grand Livina warna hitam berpelat B 1965 UIQ yang menabrak separator busway di Harmoni, Jakarta Pusat, menjalani rehabilitasi atas penggunaan narkoba. Kepada polisi, Franky mengakui baru menggunakan narkoba sebelum mengendarai mobilnya dan kemudian menyenggol dua pengendara motor.
-
News •Bos cat diminta jamin pendidikan dan pengasuhan anak pemotor ditabrak hingga tewasDirektur Yayasan Kepedulian untuk Anak (Yayasan KAKAK) Solo, Shoim Sahriyati, berpendapat penyelesaian hukum kasus kecelakaan maut di samping Mapolresta Surakarta, 22 September lalu itu juga harus menyentuh keluarga korban.
-
News •Mahasiswa asal Cakung ditemukan bersimbah darah di KaranganyarSesosok mayat laki-laki dewasa bersimbah darah ditemukan terletak di Jalan Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Senin (3/9) malam. Melalui alat mambis INAFIS, diketahui korban bernama Wartanan (24), seorang mahasiswa asal Cakung Jakarta Timur.
-
News •Kapolsek Taman Sari sebut Franky tabrak separator busway untuk selamatkan diri"Mungkin itulah habis gunakan narkotik. Didorong oleh kejadian sebelumnya. Ditambah lagi kondisi saat itu sehingga dia tidak bisa lagi berpikir yang penting menyelamatkan diri. Akhirnya nabrak ke pembatas," kata Rully.
-
Jakarta •Pengemudi Livina tak dijerat, polisi malah tetapkan 5 tersangka pengeroyokan"Hasil pemeriksaan sementara mereka melakukan aksi secara spontanitas terbawa emosi mungkin juga karena dari awalnya yang saudara FR melarikan diri dikejar tidak ada etika sehingga memicu emosional sesaat dari para pelaku untuk melajukan pengeroyokan," terang dia.
-
News •Selidiki kasus Iwan Adranacus, polisi datangkan saksi dari Mercedes-BenzSelidiki kasus Iwan Adranacus, polisi datangkan saksi dari Mercedes-Benz. "Kalau tidak salah dari Mercedes juga dimintakan, supaya akurat dong. Itu mobil kan elektronik, kalau ada jejaknya kan kelihatan," jelasnya.
-
News •Polisi sebut pelaku tabrak lari di Taman Sari pakai sabu setiap hariDari pengakuannya kepada penyidik, Franky selalu membawa paket sabu agar mudah dikonsumsi setiap saat. Berdasarkan hasil pemeriksan, alasan pengusaha ban itu mengonsumsi narkoba agar semangat menjalani rutinitas.
-
News •Polisi tangkap lima orang pengeroyok pelaku tabrak lari di Taman SariSatu dari lima pelaku yang diringkus merupakan driver ojek online. Ada juga tukang parkir dan warga sekitar.
-
News •Polisi belum bisa tetapkan Franky sebagai tersangka narkobaMenurutnya, status sebagai saksi untuk menjalani pemeriksaan terkait narkoba berbeda dengan kasus lainnya. Karena status saksi dalam kasus narkoba lebih lama. "Tidak masalah (udah 1×24 jam). Kalau narkoba 3×24 jam," ujarnya.
