Kekerasan dalam Rumah Tangga
-
News •Kemenham Jabar Kawal Korban Penyekapan, Pastikan Hak Terpenuhi di Tengah Kondisi KritisKemenham Jabar serius mengawal pemenuhan hak YNT, korban dugaan penyekapan dan kekerasan, yang kini dirawat intensif di RS Hasan Sadikin. Simak upaya negara memastikan perlindungan korban.
-
News •Suami Bunuh Istri Situbondo: Cemburu Jadi Motif Pembunuhan Bidan di PanturaPolres Situbondo mengamankan seorang suami, ARH, terduga pelaku pembunuhan istrinya, Murtafia Rafika Devi, seorang bidan, yang jasadnya ditemukan di Pantura Situbondo. Motif awal **suami bunuh istri Situbondo** ini diduga karena cemburu dan sakit hati, me
-
Politik •Kesadaran Masyarakat Kunci Utama Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak, Tegas Anggota DPRAnggota DPR RI Amelia Anggraini menekankan bahwa pencegahan kekerasan perempuan dan anak harus dimulai dari kesadaran kolektif, didukung regulasi kuat, demi perlindungan korban dan keadilan.
-
News •Polresta Kendari Selidiki Kematian IRT di Konsel, Suami DiamankanPolresta Kendari melakukan penyelidikan intensif atas kematian seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial AS di Konawe Selatan, dengan suami korban telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
-
News •Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan di Puncak BKUPI 2026Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) melalui Puncak BKUPI 2026 menyerukan semangat Indonesia tanpa kekerasan, menegaskan peran ulama perempuan dalam melawan ketidakadilan dan berbagai bentuk penindasan.
-
News •Terungkap, Ini Dugaan Ayah Sekap dan Nyaris Bakar Hidup-Hidup Tiga Anak di BandungSejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh polisi terkait kasus itu di antaranya warga setempat hingga pihak keluarga dari suami istri tersebut.
-
News •Film Suamiku Lukaku: Acha Septriasa dan Baim Wong Angkat Isu KDRT MendalamAcha Septriasa dan Baim Wong bintangi Film Suamiku Lukaku yang menguak sisi gelap KDRT. Siapkah Amina melawan kekerasan demi masa depan? Film ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026.
-
News •Polisi Periksa Saksi, Selidiki Lebih Lanjut Kasus KDRT Dokter Spesialis di BloraPolres Blora terus mendalami Kasus KDRT Dokter Blora yang melibatkan kepala puskesmas dan suaminya, seorang dokter spesialis, dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti. Penyelidikan ini berlanjut setelah laporan sebelumnya tidak diproses.
-
News •LRC-KJHAM Galang Dana Lewat Bazar Pakaian, Dukung Perempuan Penyintas Kekerasan di SemarangLRC-KJHAM kembali menggelar bazar pakaian bekas layak pakai di Semarang. Hasil penjualan dari kegiatan ini digunakan untuk LRC-KJHAM galang dana dan bantu perempuan penyintas kekerasan, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat.
-
News •Istri Bunuh Suami di Tangerang: Motif Sakit Hati Akibat Permintaan Nikah Lagi TerungkapPolresta Tangerang berhasil mengungkap motif di balik kasus istri bunuh suami di Tangerang. Pelaku mengaku sakit hati karena korban ingin menikah lagi, memicu pertengkaran berujung maut.
-
News •Komnas Perempuan Soroti 'Delayed in Justice' dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap PerempuanKomnas Perempuan mengungkapkan fenomena 'delayed in justice' atau penundaan keadilan sering terjadi saat istri melaporkan kasus kekerasan, dengan total kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat signifikan pada tahun 2025.
-
News •Istri Muda Habisi Suami di Tangerang, Jasad Ditemukan Penuh Luka SajamGeger! Seorang istri muda di Tangerang nekat habisi suami sendiri dengan senjata tajam. Polisi kini tengah menyelidiki motif di balik kasus pembunuhan ini.
-
News •LPSK Imbau Masyarakat Tak Ragu Lapor Kasus KDRT, Kasus NS Jadi Peringatan PentingLembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendesak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kasus KDRT yang menimpa orang terdekat. Kasus kematian NS di Sukabumi menjadi sorotan, mengungkap pentingnya peran aktif warga dalam mencegah kekerasan berulang d
-
News •Pelaku Mutilasi Istri di Tanjungpinang Terancam Hukuman Mati, Ternyata Residivis PembunuhanPelaku mutilasi istri di Tanjungpinang, N (67), terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. Terungkap, N merupakan residivis kasus pembunuhan yang baru bebas dari penjara pada Agustus 2025.
-
News •KemenPPPA Sampaikan Duka Mendalam Atas Kasus Penganiayaan Anak Sukabumi yang Berujung MautKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan dukacita mendalam atas Kasus Penganiayaan Anak Sukabumi yang menewaskan seorang bocah 12 tahun, diduga dianiaya ibu tiri. Penyelidikan masih berlangsung.
-
News •Tragis: Ibu Bunuh Anak Kandung di Subang, Motif Emosi Picu Peristiwa MirisKasus pembunuhan anak kandung di Subang oleh ibunya sendiri, KN (28), terungkap. Motif sementara diduga karena emosi setelah pertengkaran telepon dengan suami, meninggalkan duka mendalam di Kampung Pelabuan.
-
News •Polres Nagan Raya Berhasil Tangkap Buronan KDRT Setelah Enam Bulan PelarianSatuan Reskrim Polres Nagan Raya sukses meringkus KA, buronan KDRT yang telah enam bulan kabur, menunjukkan komitmen penegakan hukum dan perlindungan korban.
-
News •KemenPPPA Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Ibu dan Anak di KebumenMenteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan dukacita mendalam atas **Tragedi Ibu dan Anak Kebumen** yang mengakhiri hidup, sekaligus memastikan perlindungan bagi anak yang selamat dan menyoroti dugaan penelantaran.
-
News •Lesunya Ekonomi Jadi Faktor Utama Pemicu KDRT di Pangkalpinang, DPPAKB Ungkap Data TerbaruDinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DPPAKB) Kota Pangkalpinang menyoroti **faktor ekonomi pemicu KDRT** yang tinggi di wilayahnya, terutama setelah lesunya sektor pertambangan timah.
-
News •Tersangka Penganiayaan Anak Gorontalo Terancam Pasal BerlapisSeorang ayah di Gorontalo terancam pasal berlapis atas dugaan penganiayaan anak kandung, menyusul penetapan status tersangka dalam kasus penganiayaan anak Gorontalo.
