Kekerasan Polisi
-
News •Buntut Kasus Tersangka Ditembak 5 Kali, Kapolres Luwu Utara Diperiksa PropamKasus penembakan sebanyak lima kali terhadap buronan berinisial IL (30) oleh Tim Resmob Polres Luwu Utara (Lutra) berbuntut panjang. Setelah Kasatreskrim Polres Lutra AKP Amri dicopot dari jabatannya, kini atasannya AKBP Irwan Sunudi diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
-
News •Polisi di Lombok Timur Tembak Mati Rekan Sejawat, Motif Masih DiselidikiSeorang personel kepolisian di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, diduga menembak mati rekan sejawatnya. Motif penembakan ini masih didalami polisi.
-
News •Kapolda Kaltara Batalkan TR Mutasi yang Diteken Kapolres NunukanKapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyanto telah membatalkan Telegram Rahasia (TR) atau mutasi jabatan yang sempat dikeluarkan Kapolres Nunukan AKBP SA terhadap empat orang anggota polisi. Salah seorang personel yang dimutasi yakni Brigadir Sony Limbong, yang diduga menjadi korban penganiayaan AKBP SA.
-
News •Ini Dugaan Penyebab Kapolres Nunukan Aniaya dan Mutasi AnggotaKapolres Nunukan AKBP SA diduga melakukan penganiayaan terhadap anggotanya, Brigadir Sony Limbong. Dia juga memutasi bintara itu dari polres ke polsek.
-
News •Diduga Aniaya Anak Buah, Kapolres Nunukan DinonaktifkanSebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang Kapolres Nunukan AKBP SA yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anggotanya. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Propam Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Dearystone Supit.
-
News •Terbukti Langgar SOP Saat Kawal Demo Mahasiswa, Briptu A Diperiksa Propam Polda NTBTim pemeriksa dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menemukan alat bukti yang mengindikasikan Briptu A, salah seorang anggota Satsamapta Polresta Mataram melanggar prosedur penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa.
-
News •Rekam Jejak Polisi yang 'Smackdown' Mahasiswa di TangerangBrigadir NP telah menjadi anggota Polri aktif selama 12 tahun dan telah menunjukkan loyalitasnya sebagai abdi negara. Bahkan tidak pernah melakukan kesalahan selama 12 tahun.
-
News •Tersangka Ditembak Lima Kali, Kasatreskrim Polres Luwu Utara DicopotKepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi E Zulpan membenarkan pencopotan AKP Amri sebagai buntut penembakan lima kali terhadap IL (30), tersangka kasus penganiayaan dan pembakaran, yang ditangkap tim dari Unit Resmob Satreskrim Polres Lutra.
-
News •Polisi Banting Mahasiswa Disanksi Mutasi Hingga Penundaan Kenaikan PangkatSetelah pelaksanaan sidang selama sekitar dua jam, dan mendengarkan fakta-fakta dalam persidangan maka pimpinan sidang, KBP Wahyu Sri Bintoro membacakan putusan sidang.
-
News •Brigadir NP yang Banting Mahasiswa Ditahan 21 Hari dan Dimutasi DemosiBidpropam Polda Banten menjatuhkan hukuman berlapis terhadap Brigadir NP, polisi yang membanting mahasiswa berinisial MFA saat mengikuti demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10) lalu.
-
News •Kadiv Propam Janji akan Proses Laporan Mahasiswa yang Dibanting Polisi di TangerangNP yakni MFA (21) untuk melaporkan apa yang dialami. MFA dibanting oleh NP saat melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (13/10) di depan Kantor Bupati Tangerang, Kecamatan Tigaraksa.
-
News •Mahasiswa Dibanting Dirawat di RS, Polisi Klaim Agar Dapat Pelayanan Kesehatan BaikKabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan, MFA dirawat di Rumah Sakit Ciputra Hospital itu atas perintah Kapolda Banten yang ditindaklanjuti oleh Kapolresta Tangerang dan didukung oleh Bupati Tangerang. Oleh sebab itu, MFA dibawa ke RS Ciputra Tangerang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan optimal.
-
News •Kapolres Tangerang Pertaruhkan Jabatan Jika Tindakan Represif Polisi BerulangKapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menegaskan siap mempertaruhkan jabatannya sebagai Kapolres, jika tindakan represif aparat kepolisian kembali terulang. Wahyu tidak ingin, tindakan Brigadir NP membanting mahasiswa saat berunjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10) terjadi lagi.
-
News •Ditahan, Brigadir NP yang Banting Mahasiswa Dikenakan Pasal BerlapisDiv Propam Mabes Polri dan Bid Propam Polda Banten hingga kini masih memeriksa Brigadir NP, polisi yang membanting mahasiswa berinisial MFA saat mengikuti demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10). Meskipun telah meminta maaf kasus ini tetap diproses kepolisian.
-
News •Polri akan Sanksi Brigadir NP yang Banting Mahasiswa Karena Jaga Demo Tak Sesuai SOP"Sekarang yang didalami adalah pelanggaran prosedur. Melakukan tugas, tugas pengamanan tetapi tidak sesuai SOP. Karena tidak ada SOP seperti yang dilakukan yang bersangkutan," tegasnya.
-
News •Diperiksa Maraton, Polisi Banting Mahasiswa Dikenakan Peraturan Disiplin PolriBrigadir NP, polisi yang membanting mahasiswa berinisial MFA saat mengikuti demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, pada Rabu (13/10) kemarin, dikenakan peraturan disiplin kepolisian sesuai peraturan disiplin Polri nomor 2 tahun 2003.
-
News •Kasus Mahasiswa Dibanting saat Demo di Tangerang, Polisi Persilakan Korban ke RS LainKapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro memaparkan, pihaknya hari ini akan mengajak MFA dam orang tuanya untuk kembali mendatangi RS Harapan Mulia. Mereka ingin mengetahui lebih jauh hasil pemeriksaan foto rontgen kemarin.
-
News •Anggota DPR ke Polisi: Tidak Ada Lagi Banting-membanting DemonstranAnggota Komisi III DPR Hinca IP Pandjaitan XIII berharap anggota kepolisian tidak lagi represif terhadap warga khususnya mereka yang berunjuk rasa menyampaikan pendapatnya di muka umum.
-
News •Kompolnas Ingatkan Polisi: Tak Boleh Ada Kekerasan BerlebihanKomisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, seorang petugas keamanan harus tetap menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) ketika menghadapi demonstran dalam berpendapat di muka umum. Aparat diminta tidak bertindak secara berlebih dalam melakukan pengamanan.
-
News •Mahasiswa Dibanting Polisi Saat Demo, Bupati Tangerang Zaki Iskandar Minta MaafBupati Tangerang Zaki Iskandar mengaku selalu membuka ruang diskusi bersama semua elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata Zaki juga tidak pernah membatasi saran dan masukan dari masyarakat.
