Keraton Yogyakarta
-
News •Sultan HB X delapan tahun sekali sedekahkan Grebeg BromoGKR Hayu menjabarkan tradisi Gunungan Bromo yang dibuat setiap 8 tahun sekali atau setiap tahun Dal ini sudah ada sejak pertama kali ada acara perayaan Maulid Nabi di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
-
5News •Keseruan warga Yogya berebut gunungan dalam Grebek Maulid NabiKeseruan warga Yogya berebut gunungan dalam Grebek Maulid Nabi. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar acara Grebeg Maulid Nabi. Ada delapan gunungan dalam acara tersebut. Tujuh gunungan menjadi rebutan warga. Sementara satu sisanya diperebutkan keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Sentono Ndalem.
-
News •Haedar Nashir sebut Muhammadiyah ibarat mualaf kebudayaanHaedar Nashir sebut Muhammadiyah ibarat mualaf kebudayaan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pidato perayaan Milad Muhammadiyah ke 105 sempat mengucapkan jika Muhammadiyah ibarat mualaf kebudayaan.
-
News •Kesan Anne bule Jerman ikut Kenduri Ageng dan bertemu Sultan HB XPerempuan asal Jerman ini mengaku sengaja datang ke acara Kenduri Ageng karena diajak temannya, dan juga karena ingin mengetahui seperti apa acara lokal di Yogyakarta.
-
News •Ikut Kenduri Ageng, ribuan warga bersalaman dengan Sultan HB XDalam acara Kenduri Ageng ini sebanyak 10 buah tumpeng dipotong sebagai wujud syukur. 10 Tumpeng yang dipotong terdiri dari lima jenis tumpeng. Masing-masing tumpeng ini memiliki filosofinya sendiri-sendiri.
-
News •Besok, kenduri ageng dan open house Sultan dan Paku Alam digelarPemerintah DIY akan menggelar acara Kenduri Ageng dan Open House dengan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Paku Alam X di kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (20/10) besok. Sebanyak 3000 porsi makanan akan dibagikan dalam acara ini.
-
News •Air sisa jamasan kereta Kraton Yogyakarta jadi buruan wargaSuprapto percaya air yang didapatkannya dari abdi dalem yang mencuci kereta Kanjeng Nyai Manik ini akan membawa manfaat dan menyejukkan tempat usahanya.
-
News •Keraton Ngayogyakarta jamas 2 kereta pusakaKeraton Ngayogyakarta Hadiningrat melakukan tradisi jamasan atau membersihkan dua kereta pusaka yaitu Kanjeng Nyai Jimat dan Kereta Kyai Manik Retno, Selasa (17/10). Kedua kereta ini dijamas oleh puluhan abdi dalem.
-
News •Ridwan Kamil bangga ada nama Jalan Siliwangi dan Pajajaran di YogyaRidwan Kamil juga meminta kepada generasi muda saat ini agar tak melulu melihat peristiwa di masa lalu saja. tetapi generasi muda juga diharapkan untuk mau menatap masa depan Indonesia.
-
News •Kapolda Jateng terima gelar KPH dari Raja Mangkunagoro IX"Salah satu yang diberi gelar adalah Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Gelarnya Kanjeng Pangeran Haryo (KPH)," ujar Panitia Acara, Joko Pramudyo, seusai acara di Pendapi Ageng Istana Mangkunegaran.
-
News •Mendagri sebut pelantikan Gubernur DIY Oktober, bisa di Yogya atau JakartaJika mengacu pada undang-undang, kata Tjahjo, pelantikan seharusnya digelar di Istana Negara.
-
News •Keraton Ngayogyakarta gelar ritual Mubeng Beteng di malam Jumat kliwonMenyambut Tahun Baru Jawa atau malam 1 Sura, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar acara tahunan yaitu Lampah Budaya Mubeng Beteng. Acara Mubeng Beteng sembari tapa bisu ini akan digelar hari Kamis Wage malam Jumat Kliwon (21/9).
-
News •Yusril: Pengangkatan raja DIY tak perlu diatur UU, serahkan ke KeratonMenurut Yusril, negara perlu memberikan penghormatan terhadap Kerajaan Ngayogyakarta, sebagaimana kerajaan-kerajaan lain sebagai bagian dari sejarah penting Republik Indonesia dengan tidak terlalu jauh mencampuri urusan internalnya.
-
News •Wujud sedekah, Grebek Besar di gelar Keraton YogyakartaTujuh gunungan hasil bumi yang terdiri atas gunungan kakung, puteri, gepak, darat, pawuhan, dan dua gunungan jaler diarak ratusan prajurit dari Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lima di antaranya diarak menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sedangkan dua gunungan lainnya menuju Kantor Kepatihan dan Puro
-
News •Adik Sultan HB X tegaskan Keraton Yogyakarta tidak bisa dipimpin perempuanGBPH Yudhoningrat mengatakan gelar yang melekat di Sultan itu tidak mungkin disandang seorang perempuan. Sebab perempuan tidak bisa menjadi Khalifatullah atau pemimpin umat agama.
-
8News •Kemeriahan Grebeg Syawal di Keraton YogyakartaKemeriahan Grebeg Syawal di Keraton Yogyakarta. Gunungan Grebeg Syawal yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan bentuk sedekah dari Sultan kepada masyarakat.
-
News •Obama batal kunjungi Keraton YogyakartaObama batal kunjungi Keraton Yogyakarta. Untuk jadwal kunjungan ke destinasi lainnya di DIY, yakni di Candi Prambanan dan Taman Tebing Breksi, Sleman hingga saat ini belum ada informasi perubahan.
-
News •Puluhan warga tapa pepe di Alun-Alun Utara peringati naik tahta HB XKoordinator tapa pepe, Abdul Muhaimin menegaskan, mereka menolak pergantian nama Hamengku Buwono X menjadi Hamengku Bawono ka 10. Penolakan ini dilakukan karena menganggap apa yang dilakukan oleh Sultan HB X adalah bentuk pelanggaran paugeran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
-
News •Jemparingan, memanah sambil sila ala Kraton YogyakartaJemparingan, memanah sambil sila ala Kraton Yogyakarta. Selain itu, yang membedakan memanah umumnya dengan jemparingan adalah, dilakukan sembari duduk bersila. Serta biasanya pemanah mengenakan pakaian Jawa surjan lengkap dengan blangkon.
-
News •GBPH Prabukusumo: Paugeran keraton jangan diutak-atikGBPH Prabukusumo: Paugeran keraton jangan diutak-atik. Prabukusumo menilai jika MK mengabulkan Uji Materi UU Keistimewaan DIY bakal merusak aturan keraton yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Bukan hanya Keraton Ngayogyakarta, sejumlah keraton lain juga dinilai akan berdampak.
