Kisah Ironis
-
News •Kelainan jantung, balita di Jambi meninggalKelainan jantung, balita di Jambi meninggal. Aska Alfatih, balita di Jambi berusia 6 bulan yang mengalami kelainan jantung meninggal, Senin (26/12), sekira pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.
-
News •Ibu jual gorengan & mau hidup mewah, siswi di Depok kerja LC karaokeAlih-alih mendapat uang cepat dan banyak, perempuan berusia 17 tahun itu juga mengaku dapat kesenangan sebagai pemandu lagu. Dia biasa berada di karaoke kawasan Kampung Tonjong, Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Dirinya sudah sebulan terakhir menjalani pekerjaannya itu.
-
News •Kisah Sukemi, bertahun-tahun hidup di pedalaman hutan tanpa temanKisah Sukemi, bertahun-tahun hidup di pedalaman hutan tanpa teman. Demi bertahan hidup, Sukemi yang bersuamikan almarhum Anak Agung Bumin Jaya ini setiap harinya membuat Tamas (sarana upacara Hindu dari daun kelapa). Setiap hari, tamas buatannya dijual kepada pengepul. Penghasilannya per hari paling banyak Rp 10 ribu.
-
News •Kisah ayah lumpuh di Bali, dirawat 2 anaknya hingga dicerai istriMalang sekali nasib dialami I Nyoman Berata (48), warga Susut, Desa Muncan, Selat, Karangasem di Bali ini. Dia hanya bisa tergolek lemah di atas kasur beralaskan tikar karena mengalami kelumpuhan.
-
Travel •Nasib Tragis Pemilik Warung yang Jual Es Teh Harga SelangitDia menjual sejumlah menu di restorannya dengan harga tak wajar.
-
6Dunia •Semangat hidup Jasim, bocah kehilangan satu kaki akibat perang IrakSemangat hidup Jasim, bocah kehilangan satu kaki akibat perang Irak. Bocah 13 tahun tersebut terpaksa hidup dengan satu kaki akibat terkena serangan udara saat peperangan antara tentara Irak dan ISIS di Baiji beberapa waktu lalu.
-
News •Tak ada biaya operasi, bayi hidrosefalus diobati ramuan tradisionalTak ada biaya operasi, bayi hidrosefalus diobati ramuan tradisional. Malang nian nasib yang dialami bocah berumur 4 bulan, Putu Berry Acar, putra dari Putu Ariana dan Komang Risna. Bocah asal desa Patemon kabupaten Buleleng di Bali ini mengalami kepala membesar dan tak punya biaya untuk operasi.
-
News •Penderita tumor ganas di Serang pasrah tak punya biaya berobatErah tidak tidak memiliki kartu BPJS dan biaya untuk berobat. Dia hanya bisa pasrah sesekali terlihat mengerang menahan rasa sakit dari kista yang telah menggerogoti tubuhnya selama bertahun-tahun.
-
8Dunia •Meratapi anak-anak korban ISIS terancam tak punya negaraMeratapi anak-anak korban ISIS terancam tak punya negara. Mereka lahir di bawah kekuasaan ISIS dan hingga kini tak memiliki dokumen identitas yang diakui Irak. Selain terancam tak bernegara, mereka juga berisiko kehilangan hak-hak dasarnya.
-
Khas •Eutanasia & kasus Aruna Shanbaug yang koma 42 tahunKasus Aruna Shanbaug yang koma 42 tahun & eutanasia. Hukum di India tidak memperbolehkan eutanasia. Terlebih, pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa Aruna masih bisa menerima makanan dan merespons lewat ekspresi wajah.
-
Khas •Tak ada tempat bagi suntik mati di IndonesiaTak ada tempat bagi suntik mati di Indonesia. Agama, hukum dan kesehatan menolak keras suntik mati di Indonesia. Secara hukum, eutanasia termasuk kategori pembunuhan sebagaimana diatur dalam KUHP Pasal 344, 338, 340, 345, dan 359.
-
Khas •Ketika suntik mati jadi pilihanKetika suntik mati jadi pilihan. Perangkat hukum di Indonesia memang belum memungkinkan adanya suntik mati. Pertimbangan agama, kemanusiaan dan lainnya menjadi dasar utama eutanasia belum dikabulkan.
-
7Dunia •Meratapi anak-anak di Irak jadi korban bom kimia ISISMeratapi anak-anak di Irak jadi korban bom kimia ISIS. Selain korban tewas, sebagian warga, terutama anak-anak mengalami cacat pada kulit tubuh akibat radiasi asap.
-
News •Terenyuh lihat Humaida, bupati Kukar ingat mendiang ayahnya SyaukaniTerenyuh lihat Humaida, bupati Kukar ingat mendiang ayahnya Syaukani. Rita mengajak semua pihak yang berezeki membantu meringankan beban keluarga Humaida. "Mudah-mudahan tidak hanya kami yang membantu, sehingga bisa mengurangi beban keluarga," katanya.
-
5Dunia •Potret warga Meksiko temui kerabat dari celah pagar pembatas ASPotret warga Meksiko temui kerabat dari celah pagar pembatas AS. Kegiatan ini menjadi cara alternatif bagi warga Meksiko yang ingin bertemu keluarga namun sulit untuk pulang ke negara asal.
-
News •Hasil observasi awal, Humaida menderita saraf otak matiHasil observasi awal, Humaida menderita saraf otak mati. Terkait peluang sembuh, dokter mengharap keajaiban Tuhan.
-
News •Bocah tanpa tempurung kepala asal Ciamis, mulai dirawat di RSHSSejak lahir, Octaviani divonis hanya akan bertahan hidup selama seminggu.
-
News •Kisah Humaida, wanita lumpuh & perawatan sebulan habiskan Rp 1 jutaKisah Humaida, wanita lumpuh & perawatan sehari habiskan Rp 1 juta. Seorang ibu warga kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Humaida (46), terbaring tidak berdaya di RSUD Panglima Sebaya, Paser akibat lumpuh selama 5 tahun 7 bulan. Tiap bulannya, tidak kurang dari Rp 1 juta dihabiskan untuk biaya perawatan Humaida.
-
News •Gubernur Awang minta anak buahnya maksimalkan pengobatan HumaidaGubernur Awang minta anak buahnya maksimalkan pengobatan Humaida. Humaida (46), warga kabupaten Paser, telah lumpuh selama 5 tahun 7 bulan. Awang pun memberikan surat disposisi, agar jajarannya memberikan pengobatan maksimal kepada Humaida. Dia juga menghubungi pihak RSUD Abdul Wahab Syachranie.
-
News •IDI akan panggil 2 dokter yang menangani operasi HumaidaIDI akan panggil 2 dokter yang menangani operasi Humaida. Kedua dokter; ahli genekologi dan kebinanan serta anastesi akan dimintai keterangan terkait proses operasi sterilisasi alat KB. Karena melihat kondisi korban, muncul rencana keluarga untuk menyuntik mati Humaida.
