• KPK nilai pemeriksaan etik Patrialis Akbar cukup sekali
    News
    KPK nilai pemeriksaan etik Patrialis Akbar cukup sekali

    KPK nilai pemeriksaan etik Patrialis Akbar cukup sekali. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), kembali melakukan pemeriksaan etik terhadap mantan Hakim MK Patrialis Akbar. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki pandangan lain pada pemeriksaan etik kali ini.

  • Patrialis kembali jalani pemeriksaan etik majelis kehormatan MK
    News
    Patrialis kembali jalani pemeriksaan etik majelis kehormatan MK

    Patrialis kembali jalani pemeriksaan etik majelis kehormatan MK. Baghir Manan, anggota majelis kehormatan menegaskan tidak mencampuri perkara hukum yang sedang berjalan di KPK. Kendati belum memutuskan jenis pelanggaran etik yang dilakukan Patrialis, Baghir mengatakan perbuatan tersebut sudah melanggar etik hakim.

  • 2 Hakim konstitusi diperiksa KPK soal kasus suap Patrialis Akbar
    News
    2 Hakim konstitusi diperiksa KPK soal kasus suap Patrialis Akbar

    2 Hakim konstitusi diperiksa KPK soal kasus suap Patrialis Akbar. Patrialis dan Kamaludin disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

  • Aksi Selamatkan MK
    7
    News
    Aksi Selamatkan MK

    Aksi Selamatkan MK. Aksi digelar untuk menyikapi kasus dugaan suap dalam pembahasan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menjerat hakim MK, Patrialis Akbar.

  • ICW: Masyarakat jangan hanya permasalahkan kasus Patrialis Akbar
    News
    ICW: Masyarakat jangan hanya permasalahkan kasus Patrialis Akbar

    Peneliti Hukum ICW Aradila Caesar mengatakan pertunjukan ini untuk membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa masih banyak persoalan lain yang lebih penting, dibanding mempermasalahkan terjaringnya salah satu hakim konstitusi, Patrialis Akbar, dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Presiden Jokowi terima surat pemberhentian sementara Patrialis Akbar
    News
    Presiden Jokowi terima surat pemberhentian sementara Patrialis Akbar

    Presiden Jokowi terima surat pemberhentian sementara Patrialis Akbar. "Presiden menyadari, beliau tahu persis kalender ketatanegaraan kalau di awal Maret nanti MK harus menyidangkan perkara-perkara pilkada. Kalau tidak segera diisi maka tinggal delapan hakim dan akan membebani kita." kata Ketua MK, Arief Hidayat.

  • Dilema putusan UU Peternakan pasca Patrialis Akbar ditangkap KPK
    News
    Dilema putusan UU Peternakan pasca Patrialis Akbar ditangkap KPK

    Patrialis diduga menerima suap untuk memuluskan uji materi terhadap UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ada Pasal 36 C mengatur impor daging boleh dari zona yang dinyatakan sehat dari negara tertentu.

  • Penyuap Patrialis sebut 11.300 SGD yang disita KPK kas perusahaan
    News
    Penyuap Patrialis sebut 11.300 SGD yang disita KPK kas perusahaan

    Secara terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah dari mengatakan bahwa uang yang disita saat itu masih terkait dengan kasus yang ditangani.

  • Sebut kasus Patrialis bencana, Paloh sindir 'ini masalah manusianya
    News
    Sebut kasus Patrialis bencana, Paloh sindir 'ini masalah manusianya

    Sebut kasus Patrialis bencana, Paloh sindir 'ini masalah manusianya'. Menurut Paloh, pelanggaran yang dilakukan secara pribadi tidak usah dikaitkan dengan parpol yang menaunginya. "Gak ada itu menjamin bahwasanya kader parpol itu lebih baik, atau pun kalau bukan dari parpol itu lebih baik," katanya.

  • PPP minta pemerintah segera pilih hakim MK pengganti Patrialis
    Politik
    PPP minta pemerintah segera pilih hakim MK pengganti Patrialis

    Alasannya, karena MK akan bekerja lebih keras untuk mengadili sengketa Pilkada 2017. Komposisi 8 hakim di MK akan merepotkan dalam mengambil putusan.

  • Demokrat setuju hakim MK tak terafiliasi partai politik
    Politik
    Demokrat setuju hakim MK tak terafiliasi partai politik

    Selain syarat tersebut, Didik menyarankan tidak ada intervensi kekuasaan baik eksekutif hingga legislatif.

  • Bela Patrialis, IPHI tantang KPK buktikan penerimaan suap uang tunai
    News
    Bela Patrialis, IPHI tantang KPK buktikan penerimaan suap uang tunai

    IPHI menilai voucher penukaran uang yang dijadikan alat bukti yang sah untuk menerapkan pasal penerimaan suap Patrialis, dinilai kurang tepat. Sebab operasi tangkap tangan harus dengan bukti uang tunai.

  • Fahri Hamzah soroti KPK sadap Patrialis selama 6 bulan
    News
    Fahri Hamzah soroti KPK sadap Patrialis selama 6 bulan

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pengunduran diri sudah tepat karena membuat MK tidak repot memproses pemberhentian Patrialis.

  • KPK kembali periksa penyuap Patrialis Akbar
    News
    KPK kembali periksa penyuap Patrialis Akbar

    KPK kembali periksa penyuap Patrialis Akbar. Penyuap mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Basuki Hariman dan NG Fenny, sekaligus tersangka dari kasus itu terhitung sudah dua kali dimintai keterangannya sebagai saksi.

  • Mahfud MD minta setop kaitkan penangkapan KPK dengan agama
    News
    Mahfud MD minta setop kaitkan penangkapan KPK dengan agama

    Mahfud MD minta setop kaitkan penangkapan KPK dengan agama. Operasi tangkap tangan KPK tidak terkontaminasi kepentingan golongan misalnya partai politik, suku, ataupun agama. Demikian juga saat KPK menangkap Patrialis Akbar. Jangan dikaitkan dengan SARA.

  • Demokrat tolak dikatakan SBY salah pilih Patrialis sebagai Hakim MK
    News
    Demokrat tolak dikatakan SBY salah pilih Patrialis sebagai Hakim MK

    Demokrat tolak dikatakan SBY salah pilih Patrialis sebagai Hakim MK. Diusulkannya Patrialis telah sesuai dengan parameter dan ukuran yang jelas yakni kapasitas, kapabilitas, kompetensi serta rekam jejak. SBY telah melihat semua indikator tersebut dan menyimpulkan Patrialis layak menjadi hakim MK.

  • Patrialis ditangkap, DPR dorong revisi UU MK untuk seleksi hakim
    News
    Patrialis ditangkap, DPR dorong revisi UU MK untuk seleksi hakim

    Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Sani mengatakan, penguatan sistem seleksi hakim MK melalui revisi undang-undang perlu dilakukan dalam waktu dekat. Revisi UU MK sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2017.

  • Kasus Patrialis, wibawa penegak hukum makin sulit dipulihkan
    News
    Kasus Patrialis, wibawa penegak hukum makin sulit dipulihkan

    Institusi penegak hukum harus betul-betul bersih dari unsur koruptor. Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga pengawas perilaku hakim harus berani membunyikan 'peluit' keras untuk menegur dan mengancam oknum hakim yang tidak tahu diri.

  • Anggota Komisi III sebut hakim penerima suap pengkhianat konstitusi
    News
    Anggota Komisi III sebut hakim penerima suap pengkhianat konstitusi

    Anggota Komisi III sebut hakim penerima suap pengkhianat konstitusi. Syaiful, yang merupakan Anggota DPR Komisi III dari Fraksi Golkar menilai, Hakim Konstitusi yang menerima suap dalam perkara yang ditanganinya, berpotensi menghancurkan negara. Sebab, Hakim dinilai selalu memperjualbelikan keputusan.

  • Anggota Komisi III sebut pemerintah tak transparan rekrut hakim MK
    Politik
    Anggota Komisi III sebut pemerintah tak transparan rekrut hakim MK

    Anggota Komisi III sebut pemerintah tak transparan rekrut hakim MK. Anggota DPR Komisi III Syaiful menjelaskan, pemerintah harus sejak dini membahas cara merekrut Hakim Konstitusi. Sebab, sudah dua Hakim Konstitusi ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena diduga menerima suap.