Pernikahan Dini
-
News •Program Inklusi Ini Bantu Warga Lombok Timur Gagalkan Pernikahan Anak Usia SDProgram Inklusi di Lombok Timur mendorong warga aktif mencegah perkawinan anak. Salah satu korban kini berhasil melanjutkan pendidikan.
-
News •BKKBN Aceh Intensifkan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Tengah Arus InformasiPerwakilan BKKBN Aceh gencar lakukan edukasi kesehatan reproduksi remaja di tengah arus informasi yang cepat, membekali generasi muda pemahaman penting agar mampu mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab.
-
News •PKK Mimika Fokus Tanggulangi Kekerasan Perempuan dan Anak di Papua TengahTim Penggerak PKK Mimika secara serius menanggulangi masalah kekerasan perempuan dan anak, pernikahan dini, dan putus sekolah yang masih marak di Papua Tengah, melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan se
-
News •Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Pranikah Tekan Angka Perceraian, Wujudkan Keluarga HarmonisPemerintah Kota Pekalongan memperkuat edukasi pranikah bagi calon pengantin untuk menekan angka perceraian. Langkah ini diharapkan menciptakan keluarga yang lebih siap dan harmonis di tengah dinamika sosial.
-
News •Perda Kesehatan Reproduksi Sigi Diharapkan Tekan Pernikahan Dini dan StuntingPemerintah Kabupaten Sigi serius mengimplementasikan Perda Kesehatan Reproduksi demi mencegah pernikahan dini dan menekan angka stunting di daerah, memastikan kualitas tumbuh kembang anak.
-
News •Pemprov Sulsel Dalami Dugaan Perkawinan Anak Viral di Luwu, Libatkan Siswi SMAPemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serius mendalami dugaan perkawinan anak yang viral di Luwu, melibatkan siswi SMA dan pria 71 tahun. Kasus dugaan perkawinan anak ini menjadi perhatian publik. Apa langkah selanjutnya yang akan diambil Pemprov Sulsel?
-
News •Akses Pendidikan Layak: Strategi Kemendukbangga/BKKBN Cegah Pernikahan Dini dan StuntingKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan akses pendidikan layak menjadi kunci utama mencegah pernikahan dini, yang berisiko tinggi menyebabkan stunting dan perceraian, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
-
News •Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Perkuat Ketahanan Keluarga, Cegah Pernikahan Dini demi Indonesia EmasKetua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan peran aktif Muslimat NU di NTB untuk mencegah pernikahan dini dan memperkuat ketahanan keluarga demi masa depan bangsa.
-
News •Pemkab Lombok Utara Tetapkan SOP Pencegahan Perkawinan Anak, Perkuat Masa Depan GenerasiPemerintah Kabupaten Lombok Utara menginisiasi penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Perkawinan Anak, sebuah langkah konkret untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif pernikahan usia dini.
-
News •Pemkab Kuningan Genjot Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah hingga Pelosok DesaPemerintah Kabupaten Kuningan bertekad mempercepat Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) hingga ke pelosok desa, melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan pendidikan dan kualitas SDM.
-
News •Disdikbud Sigi Perkuat Kolaborasi OPD untuk Percepat Penanganan Anak Tidak SekolahDinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi mengintensifkan kolaborasi lintas OPD untuk menekan angka Penanganan Anak Tidak Sekolah, yang masih menjadi prioritas di Sulawesi Tengah.
-
News •Psikolog Tekankan Aspek Perkembangan Kunci dalam Pencegahan Perkawinan AnakPsikolog anak dan remaja menyoroti pentingnya aspek perkembangan kognitif dan emosional sebagai dasar pencegahan perkawinan anak, yang seringkali dianggap solusi padahal berisiko.
-
News •Percepatan Penurunan Stunting Maros: Pemkab Targetkan Angka Nasional 19,8 PersenPemerintah Kabupaten Maros terus menggenjot percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kelompok sasaran, berhasil menekan angka prevalensi secara signifikan dan kini berfokus mencapai target nasional 19,8 persen.
-
News •Pemkot Bogor Apresiasi Penanganan Stunting, Targetkan Nol Kasus Baru di 2025Pemerintah Kota Bogor mengapresiasi kinerja penanganan stunting yang menunjukkan tren penurunan. Berbagai strategi diterapkan, termasuk komitmen ASN dan inovasi digital, demi mencapai target nol kasus baru di 2025.
-
News •Pemkab Buol Perkuat Fungsi Posyandu Jadi Pusat Layanan Kesehatan dan Sosial MasyarakatPemerintah Kabupaten Buol gencar melakukan penguatan fungsi Posyandu, menjadikannya pusat layanan kesehatan dan sosial masyarakat yang terintegrasi untuk atasi masalah krusial.
-
Politik •Banjarmasin Serius Tangani Legalitas Anak Pernikahan Dini dan SiriPemerintah Kota Banjarmasin serius tangani masalah legalitas anak pernikahan dini dan siri yang hadapi kesulitan administrasi, demi pastikan hak dasar setiap anak terpenuhi.
-
News •BKKBN Jateng Gandeng TP PKK Perangi Stunting Jawa Tengah Melalui Edukasi KBBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah berkolaborasi dengan TP PKK untuk menekan angka Stunting Jawa Tengah, fokus pada edukasi Keluarga Berencana.
-
News •Tahukah Anda, 12.500 Guru Ditargetkan Raih Gelar S1 pada 2025? Ini Upaya Peningkatan Mutu Pendidik!Kemendikdasmen menargetkan 12.500 guru raih gelar S1 pada 2025 untuk peningkatan mutu pendidikan. Simak target ambisius ini dan rangkuman berita humaniora populer lainnya sepekan terakhir!
-
News •Tahukah Anda? Pemkot Madiun Intensif Tekan Kehamilan Remaja untuk Cegah Stunting dan Masalah SosialPemkot Madiun gencar **tekan kehamilan remaja Madiun** demi masa depan generasi muda. Apa saja langkah yang diambil untuk mencegah stunting dan persoalan sosial?
-
News •Fakta Mengejutkan: Pernikahan Dini Picu Stunting, PKK Makassar Gencarkan Edukasi di SangkarrangTP PKK Makassar intensifkan edukasi risiko pernikahan dini untuk cegah stunting di Kepulauan Sangkarrang, menyoroti dampak serius pada kesehatan ibu dan anak serta pentingnya gizi.
