Peruri
-
Ekonomi •Peruri dan Bank Mandiri kerjasama buat kartu BUMNSinergi kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur SDM &Umum Peruri, Noor SDK Devi dan Direktur Government & Institutional Bank Mandiri Kartini Sally.
-
Ekonomi •2017, Peruri targetkan laba bersih Rp 415 miliarPerum Peruri menargetkan laba bersih pada tahun ini sebesar Rp 415,2 miliar atau tumbuh 67,1 persen dibanding laba tahun lalu. Sementara, Peruri menargetkan laba usaha sebesar Rp 572 miliar atau naik 46,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
-
Ekonomi •Dewan Pengawas Peruri digantiPeruri menyadari pendirian PKU perlu dukungan dari berbagai kalangan, baik Bank Indonesia, Kementerian Perindustrian dan mitra kerja lainnya.
-
Ekonomi •Menteri Rini rombak dewan pengawas BUMN pencetak uangSK Pemberhentian dan Pengangkatan tersebut diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno atas nama Menteri BUMN RI.
-
Ekonomi •Peruri tambah kepemilikan saham di SPSKhusus untuk SPS, tinta yang diproduksi sebagian besar adalah intaglio untuk memenuhi kebutuhan Peruri di dalam mencetak uang NKRI.
-
Ekonomi •Tanpa keluar uang tunai, Peruri tambah porsi saham di SPSDi dalam peningkatan kepemilikan saham ini, Peruri tidak mengeluarkan uang tunai tetapi transaksi non-tunai, yaitu melalui kapitalisasi sewa lahan di Karawang, pengalihan mesin pengolah tinta dan tambahan goodwill dari Sicpa, SA.
-
Ekonomi •Intip cara Peruri cetak lembaran Rupiah yang habiskan waktu 20 hariBanyak tahapan yang harus dilalui dalam mencetak lembaran demi lembaran Rupiah. Peruri sebagai BUMN pencetak uang menghabiskan waktu 20 hari untuk mencetak uang kertas, dan menghabiskan 7 hari untuk mencetak uang logam.
-
Ekonomi •2017, Peruri target cetak 15,4 miliar uang kertas dan logamPerusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), komitmen di tahun 2017 ini mampu mencetak 12.9 miliar bilyet uang kertas dan 2.5 miliar keping uang logam. Angka tersebut meningkat di mana pada tahun 2016 Peruri mencetak 2.1 miliar keping uang logam.
-
Ekonomi •Bos Peruri: Isu cetak Rupiah di perusahaan asing tidak benarPerusahaan Umum Pecetakan Uang Negara (Peruri) menegaskan tidak ada perusahaan manapun yang mencetak Rupiah, selain Peruri. Penegasan ini disampaikan Peruri lantaran banyak informasi beredar yang menyebutkan pencetakan Rupiah edisi 2017 dilakukan perusahaan swasta.
-
Ekonomi •Peruri tegaskan tak pernah buka lowongan pegawai lewat SMSHal itu disampaikan Head of Corporate Secretary Peruri Eddy Kurnia mengomentari adanya pesan singkat mengenai penerimaan karyawan atas nama Peruri.
-
Ekonomi •Peruri raih dua penghargaan di Branding And Marketing Awards 2016Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) berhasil meraih 2 (dua) penghargaan dalam ajang Branding and Marketing Awards 2016 untuk kategori The Best Product Development dan The Best CEO in Branding Initiative versi majalah BUMN Track.
-
Ekonomi •Peruri dan Unpad jalin kerjasama soal dokumen sekuritiKerjasama kedua belah pihak tersebut di antaranya serta pengembangan sistem sekuriti legalisasi ijazah.
-
Ekonomi •Peruri bakal bangun pabrik kertas uang pertama di IndonesiaPeruri sedang mencari mitra untuk membangun pabrik kertas tersebut.
-
Ekonomi •Waspadai lowongan kerja palsu mengatasnamakan PeruriPenerimaan karyawan baru di Peruri tidak dipungut biaya.
-
Ekonomi •Datang mesin cetak baru, Peruri bakal kurangi pekerja"Ada yang kami pindahkan dan kebetulan ada juga yang masuk usia pensiun," ujar Devi.
-
Ekonomi •Kurangi cetak uang rusak, Peruri beli mesin canggih dari AmerikaPihaknya menargetkan dapat menekan potensi cacat produksi hingga 3-4 persen.
-
Ekonomi •Peruri cetak 9,3 miliar uang kertas sepanjang 2015Penurunan produksi terjadi pada segmen uang logam, paspor dan buku.
-
Ekonomi •BUMN pencetak uang ini raup laba Rp 324 miliar di 2015Peruri tumbuh positif di tengah kecenderungan perubahan teknologi cetak konvensional ke digital.
-
Ekonomi •Intip sosok pria lulusan SMA pembuat gambar di lembaran uang kertasGambar pertama yang dibuat ialah sosok pahlawan Teuku Umar untuk uang kertas Rp 5.000.
