SKK Migas
-
Ekonomi •SKK Migas Sebut Penurunan Harga Gas Industri Harus SelektifSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung upaya penurunan harga gas untuk golongan industri. Meski demikian, penurunan harga gas ini harus tepat sasaran diberlakukan hanya untuk golongan industri tertentu.
-
Ekonomi •SKK Migas Terapkan Terobosan Baru Genjot Efisiensi Produksi MigasKepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) telah menerapkan standardisasi klasifikasi-kodifikasi material persediaan KKKS, untuk menunjang pelaksanaan transformasi.
-
Ekonomi •Wabah Virus Corona Tak Turunkan Permintaan Gas dari ChinaKepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya belum mendapat pembatalan permintaan gas dari China akibat penurunan aktivitas ekonomi yang disebabkan wabah virus corona.
-
Ekonomi •Pemangkasan Harga Gas dari Hulu Disebut Bikin Investor KhawatirKepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, upaya ini membuat kekhawatiran investor untuk menanamkan modalnya pada kegiatan pencarian migas.
-
Ekonomi •Pertamina Diminta Lakukan Pengeboran 70 Sumur di Masa Transisi Blok RokanKepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat proses transisi alih kelola Blok Rokan dari dari operator sebelumnya, Chevron. Saat ini, kedua perusahaan masih melakukan negosiasi.
-
Ekonomi •Pertamina Diminta Cari Mitra Optimalkan Pencarian Minyak di Sumur TuaKepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, keberadaan sumur minyak tua akan tetap dioptimalkan operasinya, sebab masih berpotensi menambah produksi minyak.
-
Ekonomi •12 Proyek Hulu Migas Bakal Beroperasi di 2020Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, ada 12 proyek hulu migas yang akan beroperasi di 2020, seiring dengan selesainya pembangunan fasilitas produksi migas yang baru.
-
Ekonomi •Saat Mulan Jameela Pertanyakan Status Badan Pengelola Kekayaan Migas IndonesiaAnggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mulan Jameela, mempertanyakan status sementara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai lembaga yang menaungi kegiatan produksi migas Indonesia. Sebab, menurutnya, hal ini akan mengganggu iklim investasi.
-
Ekonomi •Izin Investasi Migas akan Dipercepat Jadi 1 HariSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara resmi membuka layanan One Door Service Policy (ODSP) untuk merealisasikan target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) di 2030.
-
Ekonomi •Kuota Impor Minyak Dipangkas di 2020, Pertamina Diminta Manfaatkan B30Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memangkas kuota minyak mentah (crude oil) PT Pertamina (Persero) sebanyak 8.000 barel per hari (bph) atau 30 juta barel per tahun mulai 2020. Ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memaksimalkan penggunaan minyak produksi dalam negeri.
-
Ekonomi •Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga GasMenurut Dwi, pembentukan harga gas dari sisi hulu atau dari sumur berdasarkan proses produksi gas yang membutuhkan investasi besar. Dia pun memandang, komponen pembentukan harga gas pada tingkat perantara inilah yang perlu dibuka, untuk menurunkan harga gas di tingkat konsumen.
-
Ekonomi •Tak Ada Investasi Masuk, Produksi Minyak Blok Rokan Terjun BebasKepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, produksi minyak Blok Rokan merosot hingga 20.000 barel per hari, akibat tidak adanya investasi pengeboran tidak dilakukan sejak 2018.
-
Ekonomi •Realisasi Lifting Migas 2019 1,8 Juta Barel, 90,5 Persen dari Target APBNSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi migas siap jual (lifting migas) 2019 hanya 90,5 persen dari target. Realisasi lifting migas sepanjang 2019 mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (Barel Oil Equivalent Per Day/BOEPD).
-
Ekonomi •SKK Migas: 50 Persen Gas Masela Sudah Ada PembelinyaMenurut Dwi, SKK Migas masih melakukan penawaran gas Blok Masela. Untuk harga, belum menjadi pembicaraan sebab masih mempertimbangkan kondisi harga gas di pasar global.
-
Ekonomi •Kembalikan Kejayaan Migas RI, SKK Migas Incar Produksi 1 Juta Barel per HariSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi memperkirakan, produksi gas Indonesia akan meningkat dua kali lipat pada 2030. Hal ini seiring dengan berproduksinya sejumlah proyek hulu migas di dalam negeri. Pihaknya juga memasang target lifting minyak sentuh 1 juta barel per hari.
-
Ekonomi •SKK Migas: Blok Masela Serap Barang dan Jasa Dalam Negeri Senilai Rp73 TriliunSKK Migas bersama Inpex telah mensosialisasikan program memaksimalkan TKDN dan pengembangan kapasitas nasional untuk vendor dan tenaga kerja terkait Proyek Strategis Nasional LNG Abadi, Wilayah Kerja Masela kepada pelaku industri penunjang hulu migas.
-
Ekonomi •Produksi Gas Indonesia Bertambah 40 MMSCFDCadangan gas yang terdapat pada proyek BIG-P adalah sebesar 93 miliar kaki kubik fit (BCF), nantinya gas akan disalurkan melalui infrastruktur eksisting yang berada dalam WK Natuna Sea Block A.
-
Ekonomi •Produksi Minyak RI Ditargetkan Capai 1 Juta Barel per Hari di 2030Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menargetkan pada tahun 2030 produksi minyak Indonesia mencapai 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak Indonesia baru mencapai 750 ribu barel per hari.
-
Ekonomi •SKK Migas: Calon Pembeli Gas Blok Masela Sudah Lakukan PenjajakanKepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, pencarian pembeli gas hasil produksi Blok Masela telah dilakukan. SKK Migas bersama Inpex Corporation sebagai operator Blok Masela terus melakukan penawaran gas.
-
Ekonomi •Pertamina Lakukan Eksplorasi Terbesar se-Asia Pasifik dan AustraliaPertamina melakukan pencarian potensi minyak dan gas bumi (migas) di laut melalui survei seismik 2D, sepanjang 30.000 Kilometer (Km) dari Bangka sampai Papua. Eksplorasi ini menjadi survei terbesar se-Asia Pasifik dan Australia.
