Trending Terkini
-
News •Kebakaran Pergudangan Kosambi, Gudang 3 Perusahaan LudesKebakaran melanda Pergudangan Sentra Kosambi, Tangerang. Damkar menerima laporan pukul 11.30 WIB dan menurunkan lebih dari 10 unit. Ini penjelasannya.
-
News •Yayasan Sekolah di Jaksel Berlakukan PJJ Usai Temuan 996 SenjataYHI Pondok Pinang memberlakukan PJJ 10–14 Agustus 2026 setelah 996 barang mirip senjata ditemukan. Polisi menjelaskan status senjata api yang diamankan.
-
News •Ekshumasi Jenazah Sutrimo Dipercepat, Polisi Telusuri Penyebab KematianPolisi akan mengekshumasi jenazah Sutrimo. Laporan ke Bareskrim menyebut kematian tak wajar. Penelusuran saksi, ambulans, dan CCTV masih berjalan.
-
News •Kasus Tambang Ilegal, Polda Metro Jaya Tetapkan 1 TersangkaPolda Metro Jaya menetapkan RS sebagai tersangka tambang ilegal. Polisi menahan 20 hari dan menerapkan sejumlah pasal. Ini detailnya.
-
News •BGN Akan Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBGBeberapa sekolah swasta menyatakan tak perlu MBG.
-
News •Remaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa 15 Pria hingga Hamil 3 BulanRemaja 15 tahun di Mamuju diduga menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Polisi menangkap 15 terduga pelaku.
-
Politik •Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Istana Bocorkan Dua Jabatan KosongMenurut Prasetyo, pengisian dua posisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar pelaksanaan tugas kementerian dapat berjalan optimal.
-
News •Isi Chat Terakhir Tersangka Mutilasi di Depok, Ada Pesan Minta Maaf ke BosSA (26) ditetapkan tersangka mutilasi di Depok. Sehari sebelumnya ia kirim pesan ke bos lalu mengundurkan diri. Ini rangkaian pesannya dan keterangan atasan.
-
News •Pagi di Sekolah Jaksel Usai Temuan 995 Senpi, Akses DibatasiUsai 995 senpi ditemukan, sekolah di Jaksel tetap beroperasi. Pantauan pagi dan temuan terbaru diserahkan ke polisi.
-
News •Kronologi Penangkapan Warga Cimahi Sebar Hoaks Video AI PrabowoDitres Siber Polda Jabar tangkap FJ (38) atas dugaan hoaks video AI menampilkan Presiden Prabowo. Polisi membeberkan modus dan pasal yang disangkakan.
-
News •Kronologi Penemuan 995 Senjata hingga Narkoba di Sekolah Swasta JakselYayasan mengungkap awal mula penemuan 995 senjata di sekolah swasta Jakarta Selatan.
-
News •Babak Baru Kasus Pembunuhan Nus Kei, Dua Tersangka Terancam Hukuman MatiPolres Malra melimpahkan dua tersangka kasus pembunuhan Nus Kei ke jaksa usai P-21. Kejari menahan keduanya dan menyiapkan penuntutan. Ini rinciannya.
-
Jakarta •Jakarta Bakal Diguyur Hujan Buatan RutinPemprov DKI menyiapkan hujan buatan di Jakarta 1–2 kali tiap pekan. Puncak El Nino diperkirakan hingga Oktober. Pramono paparkan fokus antisipasi.
-
News •Avanza Hantam Deretan Motor Depan MTsN 1 Bandar Lampung, Pemotor dan Pelajar TerpentalKecelakaan beruntun di depan MTsN 1 Bandar Lampung terekam CCTV. Avanza menabrak 7 motor saat jam pulang sekolah. Polisi jelaskan kronologi.
-
News •Penjelasan Kades di Pandeglang Soal Jenazah Anak Dibawa MotorVideo jenazah dibawa motor di Pandeglang viral. Kades Pasirlancar dan paman korban menepis kabar soal mobil siaga desa. Ini keterangan mereka.
-
Jakarta •Sopir JakLingko Tabrak Lansia di Tomang Dipecat, Begini KronologinyaSopir Mikrotrans JakLingko rute JAK 54 dipecat usai menabrak lansia di Tomang Utara. TransJakarta menjelaskan proses, kronologi, dan kanal aduan.
-
News •Penebangan 10 Pohon di Bandung untuk Videotron, Subkontraktor Kena Denda dan SegelUsai penebangan pohon di Bandung, Pemkot menjatuhkan sanksi pada subkontraktor videotron. Ada denda, kewajiban tanam pohon, dan penyegelan.
-
News •TNI Respons Dugaan Polisi Tewas Dianiaya Prajurit di Asrama BrimobMabes TNI merespons dugaan penganiayaan polisi hingga tewas di Asrama Brimob. Kapuspen TNI Muhammad Nas menyampaikan pernyataannya.
-
News •Polisi Ungkap Kronologi Kasus Mutilasi Mayat dalam Karung di DepokPelaku mutilasi mayat dalam karung di Depok ditangkap kurang dari 24 jam. Polisi memaparkan kronologi dari perkenalan di medsos hingga pembuangan jasad.
-
News •Nadiem Sidang Banding Perdana, Minta Hakim Buka Lagi Fakta PersidanganSidang banding kasus Chromebook dimulai di PT DKI. Nadiem menyoroti kejanggalan dan berharap hakim mengkaji ulang fakta serta memberi ruang saksi baru.
