Tagihan listrik yang tiba-tiba meningkat tidak selalu disebabkan oleh bertambahnya jumlah peralatan elektronik di rumah. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang membuat listrik boros juga dapat meningkatkan konsumsi energi. Mulai dari membiarkan AC menyala hingga lupa mematikan lampu, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang dapat memengaruhi penggunaan listrik.
Penggunaan peralatan rumah tangga secara tidak tepat juga dapat membuat energi terpakai lebih lama dari yang diperlukan. AC, kulkas, rice cooker, mesin cuci, dan pompa air memiliki karakter penggunaan berbeda. Itulah mengapa menghemat listrik bukan sekadar mengurangi pemakaian, tetapi juga menggunakan setiap perangkat sesuai kebutuhan.
Mengenali kebiasaan yang membuat listrik boros menjadi langkah awal untuk mengendalikan konsumsi energi di rumah. Dengan mengubah cara menggunakan peralatan, penghuni rumah dapat mengurangi pemakaian listrik tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Berikut beberapa kebiasaan tersebut yang telah Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (12/8/2026).
Advertisement
Kebiasaan Menggunakan Peralatan Pendingin dan Rumah Tangga
1. Membiarkan AC Menyala di Ruangan Kosong
Membiarkan AC tetap menyala ketika ruangan kosong membuat perangkat terus bekerja meski tidak memberikan manfaat bagi penghuni rumah. Kebiasaan ini semakin boros jika terjadi selama berjam-jam setiap hari. Sebelum meninggalkan ruangan, pastikan AC sudah dimatikan. Untuk rumah dengan aktivitas tinggi, kebiasaan sederhana tersebut dapat mengurangi durasi penggunaan AC secara rutin.
2. Mengatur Suhu AC Terlalu Rendah
Mengatur AC pada suhu sangat rendah bukan cara paling efisien untuk membuat ruangan cepat dingin. Semakin rendah target suhu, semakin lama sistem pendingin dapat bekerja untuk mencapainya. Pengaturan sekitar 24–25 derajat Celsius dapat menjadi pilihan yang lebih wajar untuk penggunaan sehari-hari. Menutup pintu dan jendela saat AC menyala juga membantu menjaga udara dingin tetap berada di dalam ruangan.
3. Terlalu Sering Membuka dan Menutup Pintu Kulkas
Pintu kulkas yang terlalu sering dibuka membuat udara dingin keluar dan udara hangat masuk. Kompresor kemudian perlu bekerja kembali untuk mempertahankan suhu di dalamnya. Kebiasaan mengambil makanan sambil membuka pintu terlalu lama sebaiknya dihindari. Tentukan terlebih dahulu barang yang ingin diambil, kemudian buka kulkas dan segera tutup kembali setelah kebutuhan terpenuhi.
4. Membiarkan Pintu Kulkas Tidak Tertutup Rapat
Pintu kulkas yang tidak tertutup sempurna memungkinkan udara dingin keluar secara terus-menerus. Kondisi tersebut dapat membuat kompresor bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu penyimpanan. Periksa apakah ada wadah atau makanan yang menghalangi pintu. Kondisi karet pintu juga perlu diperhatikan karena seal yang rusak dapat membuat celah dan menyebabkan kinerja pendinginan menjadi kurang optimal.
5. Memasukkan Makanan Panas ke Dalam Kulkas
Makanan yang masih panas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Suhu panas dari makanan dapat meningkatkan suhu udara di dalam ruang penyimpanan sehingga sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk mengembalikannya. Selain berpotensi meningkatkan konsumsi energi, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi suhu makanan lain. Dinginkan makanan terlebih dahulu secara aman sebelum menyimpannya.
6. Membiarkan Rice Cooker dalam Mode Warm Terlalu Lama
Rice cooker tetap membutuhkan listrik ketika berada dalam mode warm untuk mempertahankan suhu nasi. Jika fitur tersebut dibiarkan aktif sepanjang hari, energi terus digunakan meskipun nasi tidak segera dikonsumsi. Karena itu, penggunaan mode warm sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah waktu makan selesai dan nasi tidak perlu terus dihangatkan, perangkat dapat dimatikan.
7. Membiarkan Pompa Air Bekerja Lebih Lama
Pompa air menggunakan listrik selama motor bekerja untuk memindahkan air. Kebiasaan membiarkannya menyala setelah kebutuhan air terpenuhi tentu membuat energi terpakai tanpa manfaat tambahan. Pada pompa yang masih dioperasikan secara manual, pastikan sakelar segera dimatikan setelah bak penampungan mencukupi. Sistem otomatis juga perlu diperiksa secara berkala agar dapat bekerja sesuai fungsinya.
8. Menyalakan Mesin Cuci untuk Cucian yang Sedikit
Menjalankan mesin cuci dengan muatan sangat sedikit dapat membuat penggunaan listrik kurang efisien karena setiap siklus tetap membutuhkan energi untuk mengoperasikan mesin. Daripada mencuci pakaian sedikit demi sedikit, pengoperasian dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan dan kapasitas mesin. Namun, mesin juga tidak perlu dipaksakan terlalu penuh karena dapat mengganggu proses pencucian dan kinerja perangkat.
Advertisement
Kebiasaan Membiarkan Elektronik Menyala Tanpa Perlu
9. Membiarkan TV Menyala meski Tidak Ditonton
Televisi yang hanya menyala sebagai suara latar tetap menggunakan listrik selama perangkat beroperasi. Kebiasaan tersebut sering berlangsung berjam-jam ketika penghuni rumah sibuk melakukan aktivitas lain. Jika tidak ada program yang sedang ditonton, TV sebaiknya dimatikan. Selain mengurangi konsumsi energi, kebiasaan tersebut juga membuat penggunaan perangkat lebih sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.
10. Membiarkan Perangkat Elektronik dalam Mode Standby
Televisi, komputer, monitor, konsol gim, dan perangkat elektronik tertentu dapat tetap menggunakan energi ketika berada dalam mode standby. Konsumsinya mungkin tidak sebesar ketika perangkat digunakan secara aktif, tetapi berlangsung terus selama perangkat tetap terhubung. Jika tidak digunakan dalam waktu lama, matikan perangkat sepenuhnya. Penggunaan terminal listrik dengan sakelar juga dapat membantu memutus aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus.
11. Membiarkan Charger Tetap Terhubung ke Stopkontak
Charger yang sudah tidak digunakan tetapi masih terhubung ke stopkontak merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihentikan. Konsumsi energi dari satu charger biasanya kecil, tetapi jumlah perangkat dan lamanya waktu terhubung dapat membuat penggunaannya terakumulasi. Setelah baterai perangkat terisi, cabut charger dari stopkontak. Langkah ini sederhana dan tidak membutuhkan perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari.
12. Membiarkan Komputer dan Monitor Menyala Sepanjang Hari
Komputer dan monitor yang terus menyala ketika tidak digunakan tetap membutuhkan listrik. Kebiasaan ini kerap terjadi ketika pengguna meninggalkan meja untuk makan, beristirahat, atau melakukan pekerjaan lain. Gunakan fitur sleep untuk jeda singkat dan matikan perangkat jika tidak akan digunakan dalam waktu lama. Pengaturan tersebut dapat mengurangi durasi konsumsi listrik tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Advertisement
Kebiasaan Penggunaan Listrik di Dalam Rumah yang Sering Diabaikan
13. Membiarkan Lampu Menyala di Ruangan Kosong
Lampu yang menyala di ruangan kosong menjadi salah satu bentuk pemborosan listrik yang paling mudah dihindari. Kebiasaan tersebut biasanya terjadi karena penghuni rumah lupa mematikan lampu setelah berpindah ruangan. Biasakan memeriksa lampu sebelum meninggalkan kamar, ruang keluarga, kamar mandi, atau area lain. Jika tidak ada aktivitas di dalamnya, lampu tidak perlu terus dinyalakan.
14. Menyalakan Lampu pada Siang Hari
Lampu tidak selalu diperlukan pada siang hari, terutama ketika ruangan mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Membuka tirai, jendela, atau ventilasi dapat membantu memaksimalkan pencahayaan alami. Dengan begitu, lampu dapat dimatikan selama kondisi ruangan masih terang. Kebiasaan memanfaatkan cahaya matahari juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu pemakaian lampu setiap hari.
15. Menggunakan Peralatan Elektronik Lama yang Kurang Efisien
Peralatan elektronik lama belum tentu otomatis boros, tetapi sebagian perangkat baru menawarkan teknologi yang lebih efisien. Saat mengganti peralatan, jangan hanya mempertimbangkan harga pembelian. Perhatikan pula konsumsi daya dan label hemat energi. Pemerintah telah menerapkan standar kinerja energi minimum dan label tanda hemat energi pada sejumlah peralatan rumah tangga, sehingga konsumen dapat menjadikannya sebagai pertimbangan sebelum membeli.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Membuat Listrik Boros
1. Apa yang paling banyak membuat listrik boros di rumah?
Peralatan yang digunakan dalam waktu lama dan membutuhkan daya cukup besar dapat berkontribusi terhadap konsumsi listrik. AC menjadi salah satu perangkat yang perlu diperhatikan karena sering digunakan selama berjam-jam. Namun, besarnya konsumsi listrik tetap bergantung pada daya perangkat, durasi penggunaan, jumlah peralatan, serta kebiasaan penghuni rumah.
2. Apakah mencabut charger dapat menghemat listrik?
Mencabut charger setelah digunakan dapat mengurangi konsumsi energi yang tidak diperlukan ketika perangkat tidak sedang mengisi daya. Penggunaan dari satu charger mungkin kecil, tetapi kebiasaan tersebut tetap layak dilakukan, terutama jika terdapat banyak perangkat di rumah. Selain itu, mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan membuat penggunaan listrik menjadi lebih terkontrol.
3. Apakah AC lebih boros jika diatur pada suhu rendah?
Pengaturan suhu yang sangat rendah dapat membuat AC bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Karena itu, suhu sekitar 24–25 derajat Celsius dapat menjadi pilihan yang lebih efisien untuk penggunaan sehari-hari. Kondisi ruangan, ukuran ruangan, jumlah penghuni, dan jenis AC juga memengaruhi konsumsi listrik.
4. Apakah TV dalam mode standby tetap menggunakan listrik?
Sebagian perangkat elektronik tetap menggunakan sejumlah energi ketika berada dalam mode *standby*. Besarnya konsumsi bergantung pada jenis dan desain perangkat. Jika TV atau perangkat lain tidak akan digunakan dalam waktu lama, mematikannya secara penuh dapat menjadi pilihan yang lebih efisien daripada membiarkannya terus berada dalam kondisi siaga.
5. Bagaimana cara paling mudah menghemat listrik di rumah?
Mulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu di ruangan kosong, mencabut charger setelah digunakan, mematikan TV ketika tidak ditonton, serta mengatur penggunaan AC secara wajar. Setelah itu, perhatikan peralatan dengan durasi pemakaian tinggi dan pertimbangkan perangkat berlabel hemat energi ketika tiba waktunya mengganti peralatan lama.
