Variabel dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan bertambah. Pemerintah akan memasukkan lifting gas dalam postur asumsi makro APBN tahun depan.
Selama ini variabel dalam asumsi makro meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN), lifting minyak, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), dan nilai tukar rupiah.
Pemerintah menetapkan asumsi lifting gas pada APBN 2013 sebesar 1.290-1.360 juta barel setara minyak per hari atau oil equivalent per day (mboepd). Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, langkah ini diambil sebagai langkah perimbangan dari potensi penurunan penerimaan sumber daya alam yang bersumber dari minyak mentah.
"Salah satu sumber daya alam yang diperkirakan masih cukup memadai adalah sumber daya gas bumi," ujarnya dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Rabu (17/5).
Dasar pertimbangan pemerintah adalah kekuatan Indonesia sebagai salah satu eksportir gas terbesar di dunia. Selain itu keberadaan gas sebagai sumber energi alternatif minyakbumi yang cukup penting dan juga upaya-upaya untuk mengoptimalkan konsumsi gas di dalam negeri.
Mantan Dirut Bank Mandiri ini menegaskan, cadangan gas bumi dalam negeri masih cukup besar. Berdasarkan data tahun 2010, total cadangan gas Indonesia diperkirakan mencapai 157,14 triliun standar kaki kubik (TSCF). Nilai tersebut setara 3 persen cadangan gas dunia. "Cadangan gas tersebut terdiri dari cadangan terbukti 108,4 tscf dan cadangan potensial sebesar 48,74 tscf," tuturnya.
Perkembangan produksi gas bumi Indonesia diklaim cukup stabil. Pada 2010, produksi gas bumi mencapai 1.577 mboepd atau naik 159 mboepd dari 1.419 mboepd pada 2009. Dengan melihat perkembangan tersebut, pemerintah memperkirakan lifting gas pada 2013 berpotensi mencapai 1.290-1.390 mboepd.
Sementara itu pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2013 akan berada pada kisaran 6,8-7,2 persen, tingkat inflasi dapat dikendalikan pada level yang cukup moderat sebesar 4,5-5,5 persen.
Pemerintah berasumsi tingkat suku bunga SPN 3 bulan akan berada pada kisaran 4,5-5,5 persen, nilai tukar rupiah cukup stabil pada level Rp 8,700-9.300, harga minyak dunia pada kisaran USD 100-120 per barel dan lifting minyak mentah indonesia pada kisaran 910-940 ribu barel per hari.
