Kementerian Pertanian menegaskan kesiapannya untuk mencapai swasembada sapi pejantan unggul pada 2013 guna mendukung target pemerintah swasembada daging sapi 2014. Pihaknya akan menggali potensi sapi lokal untuk menghasilkan pejantan unggul. "Kita tak perlu tergantung lagi dari impor sapi pejantan karena hal itu akan menghemat triliunan rupiah," Menteri Pertanian Menteri Pertanian Suswono seperti dilansir antara, Kamis (2/9). Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menyatakan, berdasarkan sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 populasi sapi potong mencapai 14.824.373 ekor dan sapi 597.213 ekor. Dari populasi tersebut jumlah sapi potong dan sapi perah betina dewasa sebanyak 6.982.209 ekor yang 2.649.069 ekor di antaranya merupakan akseptor.Data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, dari jumlah akseptor tersebut diperlukan pejantan sebanyak 402 ekor, dan saat ini jumlah pejantan yang dimiliki Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional dan BIB Daerah sebanyak 531 ekor. "Pejantan tersebut ternyata masih didominasi pejantan eksotik bukan pejantan lokal," katanya.Sementara itu untuk memproduksi semen beku 6,8 juta dosis BIB Nasional dan BIB Daerah masih melakukan impor sapi pejantan. Impor sapi pejantan menghasilkan rata-rata 30 ribu dosis per tahun dan tingkat "replacement" sapi pejantan mencapai 20 persen per tahun. Artinya BIB memerlukan impor sapi pejantan minimal 35 ekor per tahun dengan harga mencapai Rp 85 juta per ekor."Pada tahun ini kita telah menghentikan impor sapi pejantan unggul dari luar. Target pada 2013 semua sudah bisa terpenuhi dari dalam negeri sehingga tak perlu impor lagi," katanya.Kementerian Pertanian akan mengganti impor pejantan, dengan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang Bogor, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden, Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Mangatas, BPTU Sapi Dwiguna Sembawa, BPTU Sapi Bali Pulukan dan BPTU Sapi Aceh Indrapuri.Saat ini sapi pejantan unggul yang siap disebarkan sebanyak 44 ekor pada 2012, kemudian 78 ekor pada 2013 dan sekitar 166 ekor pada 2014. Sementara itu untuk 2015 dan 2016 diprediksi jumlah sapi pejantan unggul yang siap disebarkan sebanyak 195 ekor dan 209 ekor.
Sedangkan kebutuhan semen beku pada 2012, lanjutnya, sebanyak 7,17 juta straw dan stok yang dimiliki mencapai 10,2 juta straw yang mana harga per straw sekitar Rp 300 ribu.
