Pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang akan mempersilakan investor untuk membeli saham Merpati Nusantara Airlines disambut baik oleh pihak maskapai. Melalui siaran pers yang diterima PulseFeed, Jumat (12/7), manajemen Merpati meyakini, masuknya investor baru akan memperkuat permodalan.
Vice president Corporate Secretary Merpati Herry Saptanto melihat, keputusan pemerintah merupakan keputusan terbaik untuk Merpati.
“Yang dimaksud dengan menjual kepada investor strategis adalah mengundang investor strategis yang berminat memperkuat permodalan Merpati dengan cara membeli sebagian saham Merpati. Dengan adanya investor strategis yang membeli saham Merpati, permodalan Merpati akan semakin kuat sehingga Merpati dapat meningkatkan kinerja operasinya untuk menjadi lebih baik dan dapat menambah armada," ujar Herry.
Dia mengklaim, saat ini seluruh jajaran direksi dan manajemen terus meningkatkan kinerjanya. Menurutnya, kondisi Merpati saat ini sudah bagus dengan tingkat keterisian mencapai 89 persen.
"Dengan masuknya investor strategis , maka Merpati dapat menambah jumlah armada dan menambah rutenya untuk pelayanan yang lebih baik," katanya.
Merpati juga sudah menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara diantaranya adalah PT Pos Indonesia (persero) dan akan menjalin kerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. PT Pos Indonesia dalam bidang cargo , logistik dan penjualan tiket di seluruh Indonesia sedangkan kerjasama dengan RNI dalam bidang pengangkutan daging dari Indonesia Timur.
Sebelumnya, Dahlan Iskan mengaku sudah menyerah menyelamatkan Merpati. Dahlan pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin membeli saham Merpati meski dia tidak yakin ada investor yang tertarik. Sebab, utang Merpati yang mencapai Rp 6 triliun bakal menjadi salah satu hambatannya.
"Minimal kita pernah coba cari investor. Kalau tidak ada ya cari langkah lagi. Porsinya terserah investor nanti. Kalau ada kita dengar maunya apa," kata Dahlan.
