Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan tidak mempermasalahkan banyak pilot PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengundurkan diri karena belum digaji sejak 26 Desember 2013. Dia mengakui untuk mendapatkan penghasilan maka harus mencari tempat pekerjaan yang lebih bagus."Enggak apa-apa. Itu hak orang mencari penghasilan lebih baik, cari nasib lebih baik. Saya menghormati. Sekarang mencari pekerjaan luar biasa susahnya," ujar Dahlan usai menghadiri perayaan tahun baru China bersama Presiden SBY di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (7/2).Seperti diketahui, akibat krisis keuangan yang melanda Merpati membuat banyak para pegawai perusahaan pelat merah tersebut harus memutar otak dengan membuka usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Salah satunya, pilot senior berusia 58 tahun, Fadjarudin harus membuka catering makanan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, ada sebagian besar para pegawai yang menjual harta benda dan menguras tabungan hanya untuk bertahan hidup.Menanggapi hal tersebut, Dahlan mengaku sangat prihatin. Untuk itu, dia meminta para direksi menyelesaikan persoalan keuangan tersebut. "Saya ikut prihatin, tapi direksinya harus menyelesaikan," ujar Dahlan.Namun, mantan Dirut PLN ini memastikan perusahaan pelat merah yang memiliki utang sebesar Rp 6,7 triliun ini tidak akan dimatikan. Dia akan tetap mempertahankan Merpati hingga dapat terbang tinggi kembali."Iya tidak akan dimatikan. Merpati tetap kita pertahankan untuk hidup. Tentu harus dengan pola baru, semangat baru dan kinerja baru," jelasnya.
Dahlan persilakan pilot Merpati pergi
Dahlan memastikan tidak akan mematikan Merpati.
Advertisement
Rekomendasi
