Maskapai penerbangan nasional PT Merpati Nusantara Airlines selama ini dikenal sebagai raja penerbangan perintis. Rute-rute jarak pendek ke pelosok atau pedalaman nusantara dikuasai Merpati. Maskapai ini mau menggarap rute yang selama ini dinilai tidak ekonomis oleh maskapai lain.
Tapi itu kisah kejayaan Merpati sebagai raja penerbangan perintis. Sekarang semua berubah. Jika Merpati diminta kembali menggarap pasar penerbangan perintis, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan itu sama saja membunuh dan membangkrutkan Merpati.
"Sekarang kan nggak ada subsidi. Kalau Merpati harus menerbangi penerbangan perintis terus sama dengan membunuh Merpati," ujar Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/3).
Secara tegas Dahlan mengatakan, istilah perintis tidak cocok lagi melekat dalam diri Merpati. Salah satunya karena rute penerbangan perintis sudah dikuasai Susi Air dan Wings. Pesawat dari kedua maskapai tersebut lebih efisien daripada Merpati.
"Wings terbangkan ATR, Merpati MA60 sehingga menurut saya, kalau terbang dalam waktu dekat ini ya KSO itu. Nggak ada jalan lain kan," jelasnya.
Sebelumnya, seiring dengan berhentinya operasional Merpati Airlines, Kementerian Perhubungan melakukan tender 130 rute penerbangan perintis. Sesuai aturan, setiap tahun jalur perintis selalu dilakukan tender kepada maskapai penerbangan yang memiliki pesawat kecil.
Tahun lalu, rute perintis digunakan oleh Merpati, Susi Air, Trigana, MPA, dan Aviastar. "Ini dalam proses tender ya. Siapa yang sudah dapat siapa yang belum saya belum tahu," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti di Jakarta, Kamis (13/2).
Menurutnya, rute perintis minim diminati. Pasalnya, saat suatu maskapai sukses di rute perintis maka dia akan berpindah ke rute komersil. "Lama dan rutenya berubah. Setelah bagus dia enggak perintis lagi diterbangi secara ekonomis," ucapnya.
Dia bercerita, rute perintis sempat dirajai oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Kini tidak lagi karena jumlah pesawat perusahaan pelat merah tersebut kini hanya 3 unit. Menurutnya, 3 unit pesawat hanya mampu melayani satu rute perintis.
"Kalau dia minta rutenya satu ya tiga pesawat cukup. Kalau mintanya banyak ya enggak bisa. Rute perintis itu ada 130 rute. Pesawat merpati cuma tiga, enggak mungkin," jelasnya.
