Bulan depan masih 'sakit', izin terbang Merpati bisa dicabut

Menteri Perhubungan ngotot tak izinkan Merpati terbang ke Jeddah.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Bulan depan masih 'sakit', izin terbang Merpati bisa dicabut
merpati . Merdeka.com/Arie Basuki

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkukuh takkan memberi izin bagi Merpati Nusantara Airlines untuk terbang ke Jeddah dengan mekanisme kerja sama operasional (KSO). Alasannya sertifikat terbang atau  Air Operator Certificate (AOC) masih dibekukan sementara.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku, pihaknya terus memantau perkembangan pemulihan Merpati. Jika persoalan internal tak kunjung selesai hingga April, pihaknya mempertimbangkan untuk mencabut AOC Merpati. Namun Mangindaan tidak ingin berspekulasi. "Kan kita belum melihat hasilnya kan, kita tunggu hasilnya," kata Mangindaan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/3).

Terkait tak diizinkannya Merpati terbang ke Jeddahy, Mangindaan mengklaim pihaknya mempertimbangkan faktor keselamatan.

"Siapa yang mau menjamin keselamatan, keamanan kalau ini perusahaan betul-betul siapa yang mau jamin," ujar Mangindaan.

Pertimbangan lainnya adalah masalah internal yakni utang-utang avtur dan operasional yang harus diselesaikan sebelum Merpati kembali mengudara. Politisi Partai Demokrat ini tidak bersedia jika memberikan izin ke Jeddah tapi belum terbang untuk rute domestik.

"Kalau sudah ada titik terang baru kita kasih. Ini saja titik terang belum. Kalau kita buka takut ada masalah, masalahnya bikin ribet lagi gitu. Makanya kami bilang sementara dibekukan," tegasnya.

Rekomendasi