Pengusaha sesalkan Merpati dibiarkan tak mengudara

Kadin berharap pemerintah mempertimbangkan akses ke jalur terpencil jika Merpati ditutup.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Pengusaha sesalkan Merpati dibiarkan tak mengudara
Pesawat merpati. ©jetphotos.net

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah tidak menelantarkan masa depan maskapai penerbangan nasional Merpati Nusantara Airlines (MNA). Ini penting mengingat peran Merpati yang selama ini banyak menggarap jalur penerbangan perintis. 

"Kami mengharapkan sektor transportasi diperhatikan sehingga bisa memenuhi akses ke daerah-daerah terpencil," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik Carmelita Hartoto dalam diskusi di Jakarta, Senin (31/3).

Dalam pandangannya, pemerintah jangan sampai menutup maskapai penerbangan Merpati. Terlebih selama ini Merpati sudah banyak mengambil peran yang tidak dilakukan maskapai lainnya. Merpati memiliki kekuatan sendiri dalam pengembangan jalur perintis.

Sekadar mengingatkan, nasib Merpati Nusantara Airlines tengah di ujung tanduk. Awal Februari Menteri BUMN Dahlan Iskan memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan maskapai pelat merah ini. Lilitan utang yang mencapai Rp 7,3 triliun menjadi alasan utama.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa dua produsen pesawat, Xi'an Aircraft Industrial Corporation asal China dan Sukhoi asal Rusia menyatakan minat menjadi investor sekaligus menyelesaikan persoalan yang dihadapi Merpati. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kelanjutan kerja sama tersebut.

"Xian sudah mengirim surat resmi kepada Kementerian BUMN. Demikian pula, Sukhoi sudah menyatakan berminat ikut membenahi Merpati," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

Kedua produsen pesawat tersebut dikabarkan segera melakukan pertemuan untuk berunding dan membahas lebih lanjut teknis kerja sama dengan Merpati. Xian sendiri merupakan produsen pesawat jenis MA-60 yang saat ini juga dioperasikan Merpati.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku, pihaknya terus memantau perkembangan pemulihan Merpati. Jika persoalan internal tak kunjung selesai hingga April, pihaknya mempertimbangkan untuk mencabut AOC Merpati. Namun Mangindaan tidak ingin berspekulasi terlebih dahulu.

"Kan kita belum melihat hasilnya kan, kita tunggu hasilnya," kata Mangindaan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/3).

Kemenhub mengklaim telah berupaya semaksimal mungkin membina dan menyelamatkan Merpati. Akan tetapi, ternyata hal itu belum cukup sehingga maskapai tersebut kini sementara berhenti beroperasi.

"Kementerian Perhubungan selaku regulator sudah berupaya maksimal untuk membina Merpati selaku salah satu operator penerbangan nasional," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti.

Rekomendasi