Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dituding pilih kasih. Di saat Dahlan membanggakan kesuksesan salah satu anak buahnya, ternyata ada anak buah lainnya yang berteriak menderita.Kemarin, Serikat Karyawan Merpati (Sekar Merpati) bersama Federasi Serikat Pekerja BUMN mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Langkah ini diambil lantaran mereka menilai selama ini tidak ada itikad baik dari Dahlan Iskan dan Kementerian BUMN untuk menyelamatkan Merpati.Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) kini kehidupannya semakin merana. Laiknya peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga. Permasalahan di kantor kini mulai mempengaruhi kehidupan rumah tangga.Ketua Umum Sekar Merpati, Purwanto, menyebut pembiaran pemerintah saat ini membuat kehidupan rumah tangga pegawai kacau balau. Bahkan, ada beberapa karyawan Merpati yang diminta cerai oleh istrinya karena tidak mampu menafkahi."Banyak istri yang minta cerai dan ini realitas yang disampaikan langsung ke saya. Ada keluarga pegawai mengatakan langsung ke saya untuk makan saja bingung apa lagi anak sekolah. Menelantarkan istri dan anak-anaknya juga. Negara harus bertanggung jawab, ini perusahaan negara yang punya," ucap Purwanto.Di tempat lain, seusai mengadakan rapat pimpinan, Dahlan tengah membanggakan kesuksesan PT Pupuk Indonesia karena mampu membeli sebuah pabrik amonia terbesar di Indonesia dengan harga murah."Mestinya harga beli Rp 4 triliun, tapi dibeli Rp 1,5 triliun karena dirut Pupuk Indonesia pandai bernegosiasi. Ini pabrik amonia terbesar di Indonesia," jelas Dahlan di kantor Pupuk Kaltim.Masih di hari yang sama, karyawan BUMN lain, yakni dari PT Kertas Leces berteriak minta bantuan. Sekjen serikat karyawan Kertas Leces Probolinggo, Muhammad Arham, mengungkapkan sudah satu tahun gaji karyawan tidak dibayar perusahaan.Saat ini ratusan karyawan Kertas Leces tak jelas nasibnya. Sudah 12 bulan tak digaji, tidak juga di-PHK. "Per Januari ada 500 orang karyawan statusnya digantung. Akan di PHK tapi belum PHK. Mereka tidak ada SK PHK otomatis gaji mereka juga sudah tidak dibayar. Upaya kita semua lini sudah kita lakukan. Dinas ketenagakerjaan sudah berapa kali," tambahnya.Pada 2012 lalu, Dahlan memang sempat memberikan perhatian pada perusahaan yang menjadi raksasa ASEAN di era 1990-an ini. Kala itu, Dahlan mengaku sampai ikut meneteskan air mata saat mendengar penuturan dirut PT Kertas Leces mengenai nestapa perusahaannya.Maka dari itu, Dahlan langsung memberi pengumuman bahwa 2.000 karyawan PT Kertas Leces telah menerima gaji, namun, untuk Desember itu saja. Untuk gaji 2 tahun sebelumnya, perusahaan belum bisa memberikannya. "Bulan ini sudah digaji 100 persen, sudah dibayar. Tapi yang lalu belum," katanya.Kedatangan Dahlan saat itu ternyata bukan solusi permasalahan. Karena, permasalahan masih terjadi hingga saat ini.Purwanto menilai Dahlan melakukan pembiaran nasib BUMN pesakitan seperti Merpati Nusantara Airlines. Menurutnya, kondisi ini agar karyawan Merpati dengan sendirinya mengundurkan diri atau resign. Dengan begitu, karyawan tidak berhak mendapatkan pesangon."Ada indikasi biar sengaja resign. Sebenarnya kita menghindari adanya resign karena kerja dan pengabdian kita tidak akan dihargai. Tapi karena tidak kuat bertahan ada lebih 60 orang resign sesuai UU. Setelah resign haknya dia juga tidak dibayar," ucap Purwanto mengenai beberapa nasib pegawai Merpati saat ini.Untuk diketahui, aksi Dahlan membanggakan anak buahnya bukan terjadi kemarin saja. Dahlan juga sempat memuja-muji Garuda Indonesia yang dikatakan telah mengalahkan Emirates Airlines, maskapai penerbangan raksasa asal Uni Emirat Arab.Menurut Dahlan, banyak hal yang lebih baik dari Garuda Indonesia dibandingkan Emirates Airlines. "Saya bangga Garuda dibawa menjadi kebanggaan. Sudah sama dengan Emirates Airlines bahkan banyak hal yang lainnya melebihi. Saya sudah merasakan semuanya," kata Dahlan.Selain Garuda Indonesia, PT KAI hingga PT Pertamina juga sempat mendapat puja-puji dari Dahlan atas kinerjanya.
BUMN besar dibanggakan, Dahlan anaktirikan BUMN pesakitan
Serikat pekerja BUMN menuding Dahlan melakukan pembiaran pada nasib BUMN pesakitan.
Advertisement
Rekomendasi
