Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan kondisi PT Merpati Nusantara Airlines yang kini memburuk. Maskapai terlilit utang itu terancam ditinggalkan sang Direktur Utama Asep Ekanugraha.Orang nomor satu Merpati ini berulang kali meminta mundur pada Dahlan, selepas rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tapi Dahlan belum bersedia mengabulkan."Dirut (Merpati) memang minta berhenti terus. Dia minta berhenti, tapi belum ada yang mau jadi dirut," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (12/7).Sebelumnya, Panja Merpati bentukan Komisi VI DPR merekomendasikan penggantian Asep, sebagai langkah menyelamatkan Merpati. Direksi sekarang dianggap tak becus mengupayakan restrukturisasi aset. Padahal, maskapai pelat merah ini berulang kali sudah mengganti pucuk pimpinannya selama krisis membelit.Diberi rekomendasi demikian oleh DPR, Asep saat itu menerima. "Enggak apa-apa (diberhentikan), enggak ada masalah. Pokoknya prinsipnya apa pemegang saham, kita ikuti," ucap Asep di Komplek DPR RI, Senin (7/7).Utang yang melilit Merpati hingga Mei 2014 mencapai Rp 7,2 triliun. Kementerian BUMN hanya memiliki dua opsi reorganisasi untuk selamat dari jerat kebangkrutan.Beberapa solusi itu adalah konversi utang dan kerja sama dengan swasta. Dahlan sendiri mengaku butuh bantuan Kementerian Keuangan buat memutihkan utang Merpati.Berbeda dengan pernyataan menkeu bahwa belum ada surat, pekan ini otoritas BUMN sudah mengirimkan proposal penyelamatan Merpati ke bendahara negara."Ini sudah disampaikan. Soft copy sdh di-emailkan juga kepada bawahan beliau. Memang enggak secara khusus untuk merpati," kata Dahlan.
Dirut Merpati minta mundur, Dahlan pusing tak punya pengganti
Komisi VI DPR memang merekomendasikan penggantian Asep, sebagai langkah menyelamatkan Merpati.
Halaman Berikutnya
Korban PHK Usia 50-an: Kisah Laura Melawan Diskriminasi Usia dan Krisis Finansial
Advertisement
Rekomendasi
