PLN hemat Rp 1,5 T per tahun pakai kapal listrik terapung

Kapal ini digunakan untuk keperluan pasokan listrik sementara di berbagai daerah.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
PLN hemat Rp 1,5 T per tahun pakai kapal listrik terapung
Kapal pembangkit listrik. ©2015 PulseFeed/siti nur azzura

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengoperasikan kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang disewa dari Turki. Kapal ini digunakan untuk keperluan pasokan listrik sementara di berbagai daerah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin mengatakan ada beberapa daerah seperti Amurang, Belawan, Lombok, Kupang dan Ambon mengalami krisis listrik.

"Kita sekarang sewa lima lokasi di Gorontalo (ada kekurangan daya 5mega setiap hari, kondisi banyak daerah yang padam) Belawan, Kupang, Ambon, dan NTB. Memang kapal ini sifatnya temporary," ujar dia dalam diskusi Energi Kita yang digelar PulseFeed, RRI, IJTI, IKN, DML dan Sewatama di di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (17/1).

Selain membantu daerah yang krisis listrik, pemanfaatan kapal pembangkit listrik ini juga membantu penghematan keuangan perseroan.

"Penghematan Rp 1,5 triliun per tahunnya, dari segi ekonomi teknikal," jelas dia.

Dia menambahkan, wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan cocok untuk pembangkit listrik apung seperti ini. Kapal listrik ini nantinya memiliki kapasitas 120 megawatt (MW) dan merupakan genset terbesar yang ada di Inonesia.

Kapal ini sebagai solusi jangka pendek terhadap persoalan krisis listrik di berbagai daerah. Pengoperasian kapal listrik ini sebagai jembatan sebelum tuntasnya proyek listrik 35.000 MW.

Rekomendasi