Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukmadani mencatat bahwa tingkat keterisian (okupansi) hotel pada awal semester II-2019 sudah mulai ada pergerakan. Kondisi ini berbalik dengan okupansi hotel semester I-2019 yang sempat tertekan hingga mencapai 40-50 persen.
"Masih kecil ya saya rasa sekarang mungkin sekarang di bawah 5 persen. sekarang sudah mulai bergeliat di Juli ini. (Naik) terus sampai bulan September biasanya," kata Hariyadi saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/7).
Peningkatan ini pun tidak bisa dikatakan karena adanya kebijakan pemerintah dalam menurunkan tarif tiket pesawat. Sebab, dia memandang, secara tahun berjalan semeser II memang kondisinya lebih baik dibandingkan dengan semester I.
"Saya belum bisa apakah itu ada korelasinya. Karena tadi saya bilang disemester II itu memang secara histori selalu lebih naik daripada semester I," katanya.
Dia menambahkan, sekalipun peningkatan ini berasal dari dampak penurunan tarif tiket tidak begitu besar. Lantaran kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menekan angkutan udara tersebut tidak begitu banyak, artinya haya diberlakukan dalam waktu dan jam tertentu saja.
"Nah saya belum tau persis. tapi memang kalau dibilang ada peningkatan iya," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah pemerintah mulai efektif memberlakukan diskon tarif tiket pesawat 50 persen dari tarif batas atas (TBA) untuk penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) domestik pada Kamis (11/7) lalu. Adapun, 3 hari penjualan tiket murah ini, berlaku pada Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 10.00-14.00 waktu setempat.
