Kemendag: Harga Daging Sapi Naik Hanya di Jakarta, di Daerah Masih Aman

Dia mencontohkan beberapa daerah seperti di Lamongan dan Tuban, harga daging sapi dibanderol hanya sebesar Rp100.000 per kilogram (kg) .

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Kemendag: Harga Daging Sapi Naik Hanya di Jakarta, di Daerah Masih Aman
sapi. ©2012 Merdeka.com

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra menyebut persoalan tingginya harga daging sapi hanya terjadi di Jakarta saja. Sementara harga daging sapi di beberapa daerah justru tidak mengalami lonjakan.

Dia mencontohkan beberapa daerah seperti di Lamongan dan Tuban, harga daging sapi dibanderol hanya sebesar Rp100.000 per kilogram (kg) .

"Ini yang ramai kita kita di sini aja. Daerah aman aman saja sejauh ini yak," ujarnya dalam diskusi Mahalnya Harga Daging Sapi dan Kerbau, Apa Solusinya?, Senin (29/3).

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menyatakan harga daging sapi sudah mahal sejak dari negara asal impor seperti Australia. Kenaikan harga daging telah terjadi sejak Juli 2020.

Ketua APDI, Asnawi menyampaikan, harga sapi jenis bakalan pada Juli 2020 sudah mencapai posisi USD 3,6 per kilogram (Kg) bobot hidup. Memasuki Januari 2021, harga sapi bakalan per Kg bobot hidup mengalami kenaikan USD 0,3, atau menjadi USD 3,9 per Kg bobot hidup.

Asnawi mengatakan, harga tersebut belum termasuk biaya-biaya bongkar muat di tiap pelabuhan serta ongkos transportasi angkutan.

"Kenaikan harga terjadi sejak Juli 2020 sampai dengan Januari 2021 sudah mencapai Rp 13.000 per Kg pembelian sapi bakalan dari Australia," jelasnya dalam pesan tertulis, Rabu (20/1).

Harga Global Tinggi

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Johny Liano, menjelaskan harga pokok pembelian daging sapi di tingkat global saat ini memang sudah tinggi. Menurut dia, beberapa komoditas pangan di Indonesia saat ini masih bergantung pada pasokan dari negara lain.

Sehingga itu berdampak terhadap ketersediaan dan harga di tingkat domestik. "Sekarang apa yang harus dikerjakan, solusinya apa. Kembali lagi bagaimana jangka panjangnya tumpuan kita (produksi) di dalam negeri cepat ditingkatkan," sambungnya.

Rekomendasi