Kemenhub Kirim 1.000 Ton Beras ke NTT Via Tol Laut

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengirim 1.000 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman beras untuk NTT diambil dari stok beras yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kemenhub Kirim 1.000 Ton Beras ke NTT Via Tol Laut
Kapal Perintis Tol Laut. ©2019 Merdeka.com

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengirim 1.000 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman beras untuk NTT diambil dari stok beras yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengungkapkan bahwa pasokan beras diberangkatkan menggunakan Kapal Tol Laut KM. Kendhaga Nusantara 7 yang dioperasikan oleh PT. PELNI (Persero).

"Pengiriman pasokan beras ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras di wilayah NTT," ujar Arif, dikutip pada Kamis (18/5).

Dia menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersama dengan instansi dan stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga di wilayah Nusa Tenggara Timur melalui Tol Laut.

"Kami percaya bahwa kerjasama yang erat antara instansi pemerintah dan stakeholder terkait akan membawa manfaat yang positif bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi," ujar Dirjen Arif.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengungkapkan sejumlah 1.000 Ton beras diangkut dan didistribusikan ke berbagai lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan KM. Kendhaga Nusantara 7.

"Kapal Tol Laut KM. Kendhaga Nusantara 7 telah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 13 Mei 2023," ungkapnya.

Hendri melanjutkan, dalam perjalanan distribusi beras melalui tol laut ini, kapal mengangkut muatan seberat 120 ton beras atau setara dengan 6 TEUs (Twenty-Foot Equivalent Units) dengan tujuan Labuan Bajo, sebanyak 200 ton atau 10 TEUs dengan tujuan Ende, sebanyak 280 ton atau 14 TEUs dengan tujuan Larantuka dan sebanyak 400 ton atau 20 TEUs dengan tujuan Waingapu.

"Kami mengharapkan agar pasokan beras melalui tol laut ini dapat tiba dengan aman dan tepat waktu di berbagai destinasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur," tutupnya.

Rekomendasi