Target Ambisius Pemkab Cianjur: 82% Jalan Mantap di 2026 Meski Anggaran Terpangkas, Akankah Terwujud?

Pemkab Cianjur bertekad mencapai 82% Jalan Mantap pada 2026, meskipun menghadapi pengurangan anggaran signifikan. Bagaimana strategi mereka untuk mengatasi tantangan ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Target Ambisius Pemkab Cianjur: 82% Jalan Mantap di 2026 Meski Anggaran Terpangkas, Akankah Terwujud?
Pemkab Cianjur bertekad mencapai 82% Jalan Mantap pada 2026, meskipun menghadapi pengurangan anggaran signifikan. Bagaimana strategi mereka untuk mengatasi tantangan ini? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki target ambisius untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya. Mereka menargetkan 82 persen jalan kabupaten berstatus mantap pada tahun 2026 mendatang. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Cianjur untuk menunjang mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Cianjur berencana menambah perbaikan jalan sepanjang 65 kilometer dengan metode cor beton. Sisa perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2030. Strategi ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses infrastruktur yang layak di seluruh pelosok kabupaten.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihadiar, menyatakan optimisme terhadap pencapaian target ini. Meskipun menghadapi tantangan pengurangan anggaran, pihaknya tetap bertekad mewujudkan 100 persen jalan kabupaten mantap atau sepanjang 1.335 kilometer hingga akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.

Tantangan Anggaran dan Strategi Pembiayaan

Pemkab Cianjur menghadapi kendala serius dalam upaya perbaikan jalan akibat efisiensi anggaran. Eri Rihadiar mengungkapkan bahwa terjadi pengurangan anggaran sebesar Rp400 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini tentu akan sangat memengaruhi program perbaikan jalan yang telah direncanakan sebelumnya.

"Pengurangan anggaran Rp400 miliar tentunya akan sangat berpengaruh terhadap program perbaikan jalan kabupaten yang rusak, dimana tahun depan hanya dapat dilakukan perbaikan dengan cara cor beton sepanjang 65 kilometer," kata Eri Rihadiar di Cianjur Senin. Perbaikan 65 kilometer jalan dengan metode cor beton ini membutuhkan estimasi dana sebesar Rp195 miliar. Biaya perbaikan 1 kilometer jalan cor beton diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Minimnya anggaran yang tersedia mendorong Dinas PUPR untuk mencari solusi pembiayaan alternatif. Pihaknya sedang mengupayakan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan investasi daerah. Langkah ini diambil agar pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

"Kami akan berupaya mencari alternatif pembiayaan lain seperti bantuan provinsi maupun investasi daerah, sehingga target pembangunan jalan kabupaten tahun 2026 tetap dapat berjalan sehingga target 82 persen jalan kabupaten mantap tetap tercapai,” tegas Eri. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Cianjur dalam mengatasi kendala finansial.

Optimisme dan Dampak Pembangunan Infrastruktur

Meskipun dihadapkan pada pengurangan anggaran, Pemkab Cianjur tetap menunjukkan optimisme tinggi. Eri Rihadiar meyakini bahwa perbaikan jalan kabupaten dapat mencapai 100 persen selama masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang berakhir pada tahun 2030. Berbagai upaya maksimal terus dilakukan untuk mencari tambahan dana dari provinsi dan pemerintah pusat.

Seiring dengan pengurangan anggaran di tahun 2026, Pemkab Cianjur juga meminta pengertian dari masyarakat. Terutama bagi warga yang wilayahnya belum mendapat giliran perbaikan jalan, diharapkan untuk bersabar. Pihak dinas optimis dapat menuntaskan pembangunan jalan yang rusak secara bertahap.

Pembangunan dan perbaikan jalan ini memiliki dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat. Jalan kabupaten yang dibangun akan terkoneksi dengan jalan provinsi dan negara. Konektivitas ini mempermudah masyarakat dalam mencapai tujuan dan melakukan berbagai aktivitas penting.

"Jalan kabupaten yang dibangun terkoneksi dengan jalan provinsi dan negara, sehingga memudahkan masyarakat untuk sampai ke tujuan atau melakukan aktivitas perekonomian, kesehatan dan pendidikan semakin mudah," jelas Eri. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di berbagai sektor, termasuk peningkatan ekonomi lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi