Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan milik kalurahan (wilayah setingkat desa di kabupaten) di provinsi tersebut. Inisiatif ini difokuskan untuk mengembangkan budi daya ikan lele dan nila. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal guna mendukung ketahanan pangan.
Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, menyatakan bahwa pengembangan budi daya ini merupakan bagian dari Program Budi Daya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diimplementasikan secara langsung di tingkat desa atau kalurahan. Pemanfaatan tanah kas kalurahan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan proyek ini.
Pemilihan ikan lele dan nila didasarkan pada potensi pasar yang sangat luas di DIY, menjadikannya komoditas perikanan budi daya yang menjanjikan. Selain itu, hasil budi daya ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan protein dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Pembangunan fisik sarana budi daya diharapkan dapat dimulai pada awal September mendatang.
Advertisement
Advertisement
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dan Efisiensi Air
Hery Sulistio Hermawan menjelaskan bahwa proyek budi daya lele dan nila ini dirancang untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di kalurahan. Kolam-kolam budi daya akan dibangun di atas tanah kas kalurahan, memanfaatkan lahan yang mungkin sebelumnya kurang produktif. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Program perikanan tematik ini juga menekankan pada pemanfaatan lahan yang tidak terlalu luas, menyesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan ruang. Aspek penting lainnya adalah penggunaan air secara efisien melalui sistem sirkulasi. Hal ini menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan sumber daya air yang semakin mendesak.
"Ini kan menghadapi tantangan kita saat ini, lahan yang semakin terbatas, sumber daya air juga terbatas, sehingga air ini tidak menjadi boros, tidak terus terbuang percuma, tapi kan bisa diputar," ujar Hery. Konsep sirkulasi air ini memastikan keberlanjutan usaha budi daya tanpa memboroskan sumber daya vital tersebut.
Advertisement
Inisiatif ini menunjukkan komitmen DKP DIY dalam mencari solusi berkelanjutan untuk pengembangan sektor perikanan. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif, budi daya ikan dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Advertisement
Dukungan Pusat dan Pendampingan Kelompok Budi Daya
Program pengembangan budi daya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini menargetkan 64 kelompok budi daya perikanan di seluruh wilayah DIY. Dukungan pemerintah pusat sangat vital, terutama dalam penyediaan anggaran untuk pembangunan fisik sarana budi daya. Ini memastikan infrastruktur dasar yang memadai bagi para pembudidaya.
Selain infrastruktur, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan langsung berupa benih ikan dan pakan. Bantuan ini sangat meringankan beban awal para kelompok pembudidaya, memungkinkan mereka untuk memulai usaha dengan modal yang lebih terjangkau. Hal ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Sementara itu, peran DKP DIY berfokus pada pendampingan di lapangan. DKP DIY akan memastikan bahwa masyarakat pembudidaya siap untuk mengoptimalkan proses budi daya dan melakukan pemeliharaan ikan secara benar. Pendampingan ini krusial untuk keberhasilan jangka panjang program.
Advertisement
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem budi daya perikanan yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, potensi perikanan di DIY dapat terangkat, memberikan manfaat ekonomi dan gizi bagi masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews
