Musim Panen Tiba, Pedagang Raup Omzet Puluhan Juta dari Jualan Durian Badui di Rangkasbitung

Musim durian Badui telah tiba! Pedagang di Rangkasbitung Lebak meraup omzet fantastis hingga puluhan juta rupiah per hari dari penjualan Durian Badui yang diminati banyak kalangan, termasuk dari Jakarta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Musim Panen Tiba, Pedagang Raup Omzet Puluhan Juta dari Jualan Durian Badui di Rangkasbitung
Musim durian Badui telah tiba! Pedagang di Rangkasbitung Lebak meraup omzet fantastis hingga puluhan juta rupiah per hari dari penjualan Durian Badui yang diminati banyak kalangan, termasuk dari Jakarta. (AntaraNews)

Musim panen durian Badui telah tiba, membawa berkah bagi para pedagang di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sejak sekitar seminggu terakhir, buah durian khas dari pedalaman Badui ini mulai dijajakan di berbagai lokasi strategis. Antusiasme pembeli sangat tinggi, membuat omzet penjualan melesat tajam.

Salah satu pedagang, Aming (45), mengaku bisa menghasilkan omzet hingga Rp12 juta per hari dari penjualan durian Badui. Buah ini tidak hanya diminati masyarakat lokal Rangkasbitung, tetapi juga menarik pembeli dari Tangerang hingga Jakarta. Fenomena ini menunjukkan daya tarik kuat durian Badui di pasaran.

Durian Badui dijajakan di beberapa titik keramaian seperti Jalan Gang Kibun, Jalan Multatuli, Jalan Hardiwinangun, Jalan Sunan Kalijaga, dan jalan selatan Stasiun Rangkasbitung. Selain itu, durian juga dapat ditemukan di jalan menuju kawasan Badui, seperti Jalan Aweh - Cimarga - Leuwidamar serta Gunungkencana. Kehadiran durian ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan.

Omzet Fantastis Pedagang Durian Badui

Aming, seorang pedagang durian di Jalan Hardiwinangun Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa ia menerima pasokan ribuan butir durian Badui dari petani. Modal awal yang dikeluarkan mencapai Rp25 juta untuk mendapatkan pasokan tersebut. Durian Badui ini menjadi komoditas primadona di musim panen.

Harga jual durian Badui bervariasi, tergantung pada kualitas dan ukuran buahnya. Konsumen bisa mendapatkan durian ini dengan harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per butir. Dengan modal awal tersebut, Aming memperkirakan bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp10 juta setelah semua durian terjual habis.

Keuntungan besar ini hanya didapatkan Aming selama musim panen durian Badui. Di luar musim, ia beralih menjual buah lain seperti pisang dan kelapa untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan betapa signifikan pendapatan dari durian Badui bagi para pedagang musiman.

Begitu juga Ade (60) seorang pedagang durian di Gang Kibun Rangkasbitung mengaku dirinya sudah puluhan tahun berjualan buah durian Badui yang cukup menguntungkan, karena banyak konsumen memburu buah durian Badui itu. Ade bahkan mengaku kewalahan melayani pembeli durian yang kebanyakan dari Jakarta, sehingga bisa meraup omzet Rp50 juta pada hari tertentu.

Berkah Panen Durian bagi Masyarakat Badui

Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mengonfirmasi bahwa masyarakat Badui telah memanen durian sejak dua pekan terakhir. Sebagian besar hasil panen ini kemudian dikirim keluar daerah untuk dijual. Panen durian Badui menjadi momen penting bagi perekonomian lokal.

Sebagian besar masyarakat Badui memiliki perkebunan durian yang luas. Kebun-kebun ini menjadi sumber pendapatan utama bagi mereka. Medi menegaskan bahwa ekonomi masyarakat Badui sangat terbantu dengan adanya panen durian ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyatakan bahwa durian Badui hingga kini menjadi sumber pendapatan vital bagi masyarakat Badui, mulai petani, penampung, pedagang pengecer hingga buruh pemetik dan buruh panggul. Potensi ekonomi dari durian ini sangat besar dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Dorongan Pemerintah untuk Peningkatan Kualitas Durian Badui

Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat Badui untuk meningkatkan kualitas durian mereka. Upaya ini juga mencakup perluasan perkebunan durian guna meningkatkan produksi secara keseluruhan. Peningkatan kualitas dan kuantitas diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani.

Rahmat Yuniar meyakini bahwa perputaran uang dari penjualan durian Badui dapat mencapai miliaran rupiah setiap musim panen. Angka ini menunjukkan skala ekonomi yang signifikan dari komoditas durian Badui. Dukungan pemerintah diharapkan dapat memaksimalkan potensi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi