Penularan virus Zika di Kolombia memburuk dua pekan terakhir. Pemerintah setempat telah memeriksa sampel darah wanita yang hamil. Hasilnya lebih dari 5 ribu ibu hamil positif terjangkit. Para ibu itu khawatir, sebab dari 461 kasus Zika 41 di antaranya memicu kelainan janin berkepala kecil (microcephaly).
Total laporan terduga Zika yang dicatat pemerintah Kolombia mencapai 31.555 kasus, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Minggu (14/2). Kasus penularan zika di Kolombia meningkat 23 persen dibanding bulan lalu. Dari seluruh kasus, 57,8 persen dialami perempuan hamil.
Kawasan paling parah terjangkit penyakit yang dibawa nyamuk aedes aygepty ini adalah Provinsi Norte de Santander. Penularan Zika makin sulit ditangani, sebab penderita tak mengalami tanda-tanda apapun sepekan pertama.
Baru memasuki minggu kedua inkubasi virus, akan muncul gejala ruam, demam, atau mata merah. Selain pada ibu hamil, virus Zika relatif tak terlalu membahayakan. Kendati begitu, di Kolombia, ada tiga kematian orang dewasa diduga akibat Zika. Kasus paling parah kini dialami Brasil, karena kemungkinan lebih dari 1 juta orang terjangkit tahun ini.
Masifnya pemberitaan soal virus zika memicu kepanikan perempuan di Kolombia. Klinik aborsi di Ibu Kota Bogota mengaku kebanjiran permintaan menggugurkan kandungan. Banyak dari perempuan itu khawatir anak mereka lahir dengan kepala kecil.
WHO masih mencari metode koordinasi pemberantasan zika agar tidak menyebar ke seluruh benua. Sejauh ini badan kesehatan di bawah PBB itu meminta seluruh negara bersiap-siap, sebab hitungan awal 4 juta orang akan terjangkit Zika.
Di Asia, satu warga China dan Thailand resmi terjangkit Zika. Mereka semua turis yang baru pulang dari Amerika Latin.
