Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Pusat gempa berada di sekitar San Jose del Palmar dan getarannya dirasakan di sejumlah kota, menurut CNN. Guncangan ini memicu laporan kerusakan dan korban di berbagai lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi lebih dari sebulan setelah dua gempa besar melanda Venezuela dan menewaskan lebih dari 6.300 orang. Meski sama-sama berada di kawasan interaksi lempeng tektonik Amerika Selatan, pakar menegaskan kedua kejadian memiliki mekanisme yang berbeda.
Wilayah barat Amerika Selatan berada di jalur Cincin Api Pasifik, tempat Lempeng Nazca menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan melalui proses subduksi. Konteks ini menjadi kunci untuk membaca karakter gempa yang terjadi di Kolombia.
Advertisement
Mekanisme Gempa: Subduksi Vs Pergerakan Lateral
Pakar geologi Gustavo Ortiz menjelaskan bahwa perbedaan geologi dan geotektonik antara gempa Kolombia dan Venezuela menjadi pembeda utama kedua peristiwa tersebut. Ia menekankan konteks interaksi lempeng yang tidak sama.
"Konteks geologi dan geotektoniknya benar-benar berbeda," kata Ortiz, doktor ilmu geologi dari Dewan Nasional Penelitian Ilmiah dan Teknis Argentina, kepada Rafael Romo seperti dilansir CNN.
Di sisi barat Amerika Selatan, gempa kerap terjadi akibat subduksi Lempeng Nazca di Samudra Pasifik ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Adapun gempa dahsyat di Venezuela dipicu interaksi berbeda, yakni sesar batas antara Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia yang berada lebih utara.
"Sebaliknya, pada gempa dahsyat di Venezuela tersebut, lempeng yang saling berinteraksi adalah Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia, yang berada lebih ke utara. Dalam kasus itu, kedua lempeng bergerak secara lateral satu sama lain dan tidak terjadi subduksi," ujar Ortiz.
Ortiz menambahkan, gempa-gempa di Venezuela terjadi relatif dekat permukaan dengan kedalaman kurang dari 20 kilometer. Sementara itu, gempa Kolombia pada Senin terjadi pada kedalaman lebih dari 100 kilometer. Perbedaan kedalaman ini turut memengaruhi karakter dan sebaran guncangan.
Advertisement
Dampak di Kolombia: Korban, Susulan, dan Akses Terbatas
Badan Geologi Kolombia menyatakan gempa M 7,4 pada Senin (10/8/2026) merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu pada Abad ke-21. Setelah guncangan utama, terdata 21 gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil.
Mengutip CNN, Asosiasi Ibu Kota Kolombia melaporkan sedikitnya 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka akibat gempa. Laporan kerusakan bangunan muncul dari berbagai wilayah yang merasakan guncangan.
Kawasan barat Kolombia yang dekat pusat gempa berada di jalur Cincin Api Pasifik, tempat sebagian besar gempa dunia terjadi. Di Provinsi Choco, yang termasuk wilayah termiskin di Kolombia dan didominasi hutan lebat, banyak daerah hanya bisa dijangkau dengan perahu atau pesawat. Kondisi ini menyulitkan pendataan menyeluruh atas korban dan kerusakan.
Advertisement
Daftar Hilang Daring Usai Guncangan
Gempa Kolombia memicu kekhawatiran luas, apalagi terjadi setelah dua gempa beruntun yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Venezuela pada akhir Juni. Sejak Senin sore, warga mulai mengunggah nama anggota keluarga yang hilang ke daftar daring, langkah yang juga ditempuh masyarakat Venezuela pascagempa di negara itu.
Salah satu daftar memuat lebih dari 1.400 nama, mayoritas berasal dari Cali dan Pereira. Angka tersebut terus bertambah seiring laporan yang masuk.
Di antara foto-foto orang yang dicari, terdapat seorang ibu muda bersama bayinya di Pereira. Ada pula foto seorang perempuan berusia 80 tahun di Cali yang masih dicari keluarganya setelah bangunan tempat tinggalnya runtuh.
