Pelni Bangun Tiga Kapal Baru Senilai Rp 4,5 Triliun Jadi Ujian Galangan Nasional

Sejumlah galangan dalam negeri dinilai telah memiliki kapasitas dan fasilitas untuk mengerjakan proyek kapal modern.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Pelni Bangun Tiga Kapal Baru Senilai Rp 4,5 Triliun Jadi Ujian Galangan Nasional
Ilustrasi (Istimewa)

Rencana PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp 4,5 triliun dinilai sebagai momentum untuk menguji kemampuan galangan kapal dalam negeri. Institut Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai proyek ini perlu menjadi ajang pembuktian kapasitas nasional.

Ketua Umum Iperindo, Anita Puji Utami, menyebut rencana tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat armada nasional serta industri galangan kapal dalam negeri. Menurut Anita, keterlibatan perusahaan Italia dalam penyusunan desain kapal tidak mengharuskan pembangunan dilakukan di luar negeri.

"Proyek tiga kapal baru Pelni harus menjadi momentum untuk menguji sekaligus membuktikan kemampuan galangan kapal nasional," ujar Anita dikutip Selasa (11/8/2026).

Anita menjelaskan desain dan pembangunan kapal merupakan dua proses yang dapat dikerjakan oleh entitas berbeda. Sepanjang galangan memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan klasifikasi internasional, konstruksi dapat dilakukan di dalam negeri.

Iperindo juga mendorong Danantara memastikan proyek tersebut memberikan dampak langsung bagi industri maritim nasional. Sejumlah galangan dalam negeri dinilai telah memiliki kapasitas dan fasilitas untuk mengerjakan proyek kapal modern.

Kapasitas Galangan untuk Proyek Pelni: 1.200 Kapal per Tahun, 36.000 Dock Space

Iperindo mencatat industri galangan nasional memiliki kapasitas pembangunan hingga sekitar 1.200 kapal per tahun, didukung fasilitas reparasi sekitar 36.000 dock space, serta industri penunjang yang memproduksi berbagai komponen kapal.

"Jika proyek strategis seperti ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya menghasilkan tiga kapal baru, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dan menggerakkan ekonomi nasional," kata Anita.

Proyek ini dinilai semakin strategis setelah Presiden Prabowo menyoroti sekitar 95% pengangkutan barang Indonesia masih menggunakan kapal berbendera asing. Karena itu, pembangunan kapal Pelni di dalam negeri diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kemandirian industri maritim sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap armada asing.

Rekomendasi