Budi Gunadi Sadikin
-
News •Heboh Lagi Gagal Ginjal Akut Tewaskan Anak-AnakMenteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut pasien gagal ginjal akut yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pengobatan. Padahal, klaim Budi, pasien tersebut sudah dideteksi lebih dini.
-
News •IDI Jawab Menkes: RUU Kesehatan Ancam Keselamatan Rakyat dan Kriminalisasi NakesIDI juga membantah pernyataan Budi bahwa pemerintah selama ini tidak memiliki kewenangan dalam mendistribusikan dokter.
-
News •Anggota Komisi IX DPR Sebut RUU Kesehatan 'Titipan' PemerintahAnggota Komisi IX DPR Fraksi Golkar Yahya Zaini mengungkap RUU Kesehatan ini merupakan undang-undang titipan dari pemerintah.
-
News •Menkes Sebut Vaksin Covid-19 akan Berbayar Setelah Indonesia Masuk EndemiKetentuan vaksin berbayar ini akan berlaku bagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
-
News •PPKM Dicabut, Biaya Penanganan Pasien Covid-19 Masih Ditanggung PemerintahPemerintah akan mereview ulang biaya penanganan pasien Covid-19.
-
News •Menkes Minta Pemda Gandeng Pencinta Alam Percepat Proses Penyelamatan dan EvakuasiBudi menjelaskan, kemampuan mengenali medan yang lebih baik karena rutin ke lokasi tersebut, tentu begitu dibutuhkan agar proses penyelamatan lebih cepat. Selain itu, sistem digitalisasi juga penting disediakan untuk mendukung penguatan sistem cadangan tenaga kesehatan.
-
News •Kemenkes Gandeng PBNU Revitalisasi Peran PosyanduMelalui kerja sama ini, PBNU akan mengampanyekan gerakan promotif dan preventif layanan kesehatan primer kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat NU dan revitalisasi posyandu.
-
News •Menkes Siapkan 2.500 Beasiswa Dokter Spesialis Pada Tahun 2023Menurutnya, berdasarkan data WHO, rasio kebutuhan dokter untuk warga negara Indonesia adalah 1:1000. Sedangkan rasio untuk negara maju ada di angka 3:1000 dokter, bahkan beberapa negara berupaya mencapai rasio sebanyak 5:1000 dokter.
-
News •Menkes: BPJS Kesehatan Harus Layani Semua Masyarakat, Bukan Orang Miskin SajaBudi mengatakan BPJS harus mengcover semua masyarakat, tanpa memandang status sosial.
-
News •Wacana RUU Kesehatan Omnibus Law Ditolak, Ini Tanggapan MenkesMenkes mengatakan, RUU Omnibus Law merupakan inisiatif DPR.
-
News •Menkes Sebut 1.800 Korban Gempa Cianjur Luka Ringan, 474 Luka BeratDari total korban luka berat, 140 di antaranya dirujuk ke rumah sakit Bogor, Sukabumi, dan Bandung.
-
News •Menkes Ungkap Hasil Uji Coba KRIS-JKN di Empat Rumah SakitBudi mengaku, hasil observasi menunjukkan penurunan jumlah tempat tidur, namun tak mengganggu pelayanan rumah sakit yang ada secara signifikan. Menurutnya, kekurangan-kekurangan yang ditemukan akan menjadi dorongan agar uji coba KRIS berikutnya dapat memenuhi standar KRIS.
-
News •Menkes Bantah Data PeduliLindungi Bocor: Apakah Itu untuk Popularitas?Hacker Bjorka kembali berulah. Dalam postingan di Breached Forum, Bjorka menjajakan data berukuran 48GB terkompresi dari Peduli Lindungi. Data ini dihargai USD100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar, dan transaksinya dilakukan menggunakan bitcoin.
-
News •Menkes: Puncak XBB Terjadi Paling Lambat Awal Januari, Capai 20.000 Kasus SehariBudi mengatakan, prediksi ini merujuk pada puncak gelombang Omicron XBB di Singapura.
-
News •Menkes: Penguatan SDM Bioteknologi Bisa Tingkatkan Resiliensi Kesehatan"Kemajuan peralatan teknologi tidak akan cukup dalam pengembangan bioteknologi khususnya untuk meningkatkan resiliensi kesehatan," kata Budi.
-
News •Melihat Kesiapan Layanan Kesehatan Jelang Puncak KTT G20Kemenkes telah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi dalam 13 bahasa.
-
News •Menkes Budi Sembuh dari Covid-19 Setelah Isolasi Mandiri 16 HariBudi mulai beraktivitas normal sejak Kamis (16/9) kemarin.
-
News •Kondisi Terkini Menkes Budi Gunadi Sadikin Setelah 10 Hari Positif Covid-19Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terus membaik.
-
News •Menkes Budi Ungkap Kondisi usai Terpapar Covid-19: Gejala Flu Biasa, Perlu IstirahatBudi mengaku mengalami gejala flu.
-
News •Kemenkes Beberkan Rincian Alokasi Anggaran Kesehatan Rp169,8 Triliun di 2023Anggaran transformasi kesehatan 2023 dialokasikan senilai Rp6,06 triliun untuk layanan primer melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder, serta meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer.
