Kebocoran Data Pribadi
-
News •Indonesia Darurat Perlindungan Data PribadiPSI berharap insiden ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak untuk lebih serius membenahi keamanan data, terutama yang terkait dengan perlindungan data pribadi warga negara Indonesia.
-
News •Data Vaksin Jokowi Bocor, Komisi I DPR Nilai Bukti RUU PDP Mendesak DituntaskanPoin ini yang sebelumnya menjadi perdebatan DPR dan Kementerian Kominfo dalam RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Untuk itu Bobby mengingatkan RUU PDP segera diselesaikan.
-
News •Polisi Ringkus Pembobol Website Pedulilindungi untuk Jualan Sertifikat Vaksin PalsuAdapun identitas pelaku pertama yang menawarkan sertifikat vaksin palsu adalah FH (24) seorang karyawan swasta pemilik akun Facebook dengan nama Tri Putra Heru yang menjajakan layanan kartu vaksin.
-
News •Sertifikat Vaksinasi Presiden Jokowi Tersebar, Menkes Tutup Data Pribadi Para PejabatFoto sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Joko Widodo beredar di media sosial. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan. Kini data-data pejabat sudah ditutup agar tidak tersebar.
-
News •Sertifikat Vaksin Jokowi Beredar, Kominfo Jamin Data Aplikasi PeduliLindungi AmanSertifikat vaksinasi milik Presiden Joko Widodo beredar di dunia maya. Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan data di aplikasi PeduliLindungi aman.
-
Pengamat: Siapapun Tanpa Hak Bisa Lihat Data Sensitif Termasuk Kebocoran DataKementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengklaim bahwa data pengguna yang berada di aplikasi eHAC masih terlindungi. Tidak ada sama sekali data pengguna yang bocor. Lembaga analis vpnMentor hanya mengungkapkan potensi kebocoran data yang ada di aplikasi eHAC.
-
News •Puan: Pengelolaan Data Milik Rakyat Tidak Boleh Main-mainPuan mendesak pemerintah memberikan upaya pencegahan kebocoran data
-
News •Ombudsman Ikut Awasi Dugaan Kebocoran 1,3 Juta Data Pengguna eHACAnggota Ombudsman RI Indraza Marzuki mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengawasan dalam aspek perbaikan atas kebocoran data tersebut.
-
News •BSSN: Data Pengguna eHAC Masih Tersimpan BaikBSSN menemukan celah dalam sistem di mana muncul potensi kebocoran data, namun celah itu telah ditutup dan hingga saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belum ditemukan indikasi ke arah kebocoran data.
-
News •Kemenkes Klaim Data Pengguna eHAC Tidak Mengalir ke Platform MitraInformasi kerentanan ditemukan pada platform mitra eHAC dilaporkan VPN Mentor, situs yang fokus pada Virtual Private Network (VPN), dan telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
-
Politik •DPR Desak Kemenkes Minta Maaf Soal Kasus Kebocoran Data dari e-HACkebocoran data tersebut bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya data 2 juta nasabah asuransi BRI Life bocor dan dijual secara online, lalu Mei 2021 data pribadi 279 penduduk Indonesia dari BPJS Kesehatan. "Tindak lanjut dan laporan penyelidikannya juga belum jelas," ujarnya.
-
Politik •Data Pengguna eHAC Bocor, DPR Desak RUU Perlindungan Data Pribadi Segera DiselesaikanMerespons dugaan kebocoran data pengguna aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC), Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini mendorong Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) segera dirampungkan.
-
News •PKS: Rakyat Dipaksa Pakai Aplikasi Tertentu, Tapi Keamanan Data Mereka Tak DijaminNetty ragu apakah data masyarakat di aplikasi pedulilindungi yang menjadi syarat melakukan perjalanan selama PPKM, akan tersimpan dengan aman.
-
Kebocoran Data Pribadi Terulang, UU PDP Mendesak HadirKebocoran data pribadi kembali terulang. Kali ini berasal dari aplikasi eHAC atau Electronic Health Alert Card. Diduga sebanyak 1,3 juta pengguna aplikasi tersebut bocor.
-
News •PPP Sebut Pemerintah Harus Minta Maaf Soal Kebocoran Data eHACKasus kebocoran data pribadi membuat masyarakat terkena dampak secara materi dan non materi.
-
News •Kominfo Gelar Pertemuan dengan Kemenkes & BSSN Bahas Kebocoran Data Pengguna eHACJuru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyebut bahwa pihaknya telah mengusut kebocoran data tersebut dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
