Telegram
-
CEK FAKTA: Waspada Akun Telegram Palsu Ternak UangAkun grup Telegram Ternak Uang yang resmi hanya t.me/ternakuangofficial grup yang dapat diakses oleh semua orang. Selain itu adalah penipuan yang mengatasnamakan Ternak Uang.
-
Lindungi Privasi Anda, Kenali Fitur Keamanan di Akun TelegramTelegram menjadi salah satu aplikasi mengirim pesan terpopuler bagi masyarakat Indonesia. Telegram pun menawarkan fitur-fitur menarik untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan para penggunanya.
-
Pavel Durov Jamin Keamanan Data Pengguna Meski Pernah Tinggal di RusiaCEO Telegram Pavel Durov menjamin keamanan data pengguna di Rusia aman. Pernyataannya itu pun dipertegas melalui pengalamannya. Ia pernah dipecat dan diminta meninggalkan Rusia saat menjabat CEO VK.
-
CEK FAKTA: OVO Tak Ada Kaitan dengan Akun Telegram "OVO Investasi Reksadana"Akun Telegram bernama "OVO INVESTASI REKSADANA" yang menawarkan investasi reksadana bukan akun resmi milik OVO. Akun Telegram resmi OVO hanya ada satu dengan nama: "Komunitas Tim OVO".
-
Telegram Minta Maaf Atas Koneksi yang BermasalahPada Senin malam, (17/1), layanan telegram tak bisa diakses. Ini terjadi di seluruh pengguna di sejumlah negara yang menggunakan aplikasi perpesanan ini, termasuk Indonesia. Tumbangnya layanan ini dibenarkan pihak Telegram.
-
CEK FAKTA: Waspada Akun Telegram Palsu BNI SekuritasAkun Telegram resmi milik BNI Sekuritas bernama BNISekuritas46 (https://t.me/bnisresearchdailyreport) selain itu adalah akun palsu.
-
Reaksi Pavel Durov saat Telegram Dituding Pendiri Signal Kumpulkan Data PribadiPendiri sekaligus CEO Signal Messenger, Moxie Marlinspike mengkritik Telegram. Dalam akun Twitternya @moxie, ia melontarkan bahwa aplikasi pesaingnya itu buruk dalam menjaga privasi pengguna.
-
Yuk Join Merdeka.com di TelegramKehadiran PulseFeed di Telegram adalah cara kami memudahkan pembaca dalam menikmati berita atau artikel informatif dengan cepat dan mudah.
-
Telegram Mulai Bidik Langganan Berbayar Bebas IklanSebelumnya, Telegram berusaha mendapatkan uang dengan membuat aset kripto bernama Gram. Namun, peoyek itu gagal. Terkini, perusahaan berencana akan mengeruk keuntungan melalui iklan.
-
CEK FAKTA: Hoaks, Telegram Bagikan Voucher Pulsa Gratis Rp2 JutaTelegram bagi-bagi voucher pulsa sebesar Rp2 juta kepada penggunanya lewat pesan WhatsApp adalah tidak benar. Informasi yang beredar bukan info resmi dari Telegram.
-
Dunia •Selama WhatsApp Down Lebih dari 70 Juta Pengguna Baru Bergabung ke TelegramKetua antimonopoli Uni Eropa Margrethe Vestager menjelaskan putusnya Facebook dan layanan lainnya menunjukkan dampak dari hanya mengandalkan beberapa pemain besar dan menggarisbawahi perlunya lebih banyak saingan.
-
Jumlah Aktivitas Kriminal di Aplikasi Telegram MelonjakLaporan The Financial Times (FT) dan Cyberint menemukan, ada peningkatan lebih dari 100 persen dalam penggunaan Telegram oleh penjahat siber.
-
Pavel Durov Kritik Netflix dan TikTokNetflix dan TikTok jadi sasaran kritik Pavel Durov. Pendiri Telegram ini menyebut dua platform itu tidak baik bagi pikiran manusia. Hal itu dirinya unggah melalu kanal Durov’s Channel di Telegram, Selasa (14/9).
-
Sensor Tower: Telegram Diunduh 1 Miliar KaliSensor Tower melaporkan bahwa aplikasi Telegram telah diunduh sebanyak 1 miliar kali secara global. Dari angka itu, India menjadi pasar terbesar bagi Telegram.
-
Facebook dan Telegram Turut Kembangkan Fitur Serupa ClubhouseFacebook dan Telegram Turut Kembangkan Fitur Serupa Clubhouse
-
CEK FAKTA: Hoaks Bill Gates Beli Aplikasi Telegram USD600 JutaKlaim Bill Gates membeli telegram adalah tidak benar. Faktanya, pendiri Telegram Pavel Durov tidak akan menjual aplikasi tersebut.
-
News •Kapolri Minta Maaf Terkait Telegram Larangan Media Siarkan Arogansi PolisiKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal 5 April 2021, terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian. Langkah itu dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat.
-
Telegram Dapat Suntikan Dana USD150 Juta dari Abu DhabiTelegram mendapatkan suntikan dana sebesar USD 150 juta atau setara Rp 2,1 triliun dari perusahaan pemodal Abu Dhabi Mubadala Investment Co dan Abu Dhabi Catalyst Partner.
-
Telegram Jadi Aplikasi Terpopuler Geser TikTokPerusahaan analitik Sensor Tower mempublikasikan aplikasi-aplikasi terpopuler per Januari 2021. Hasilnya, selama kuartal ini, Telegram menjadi aplikasi terpopuler di dunia.
-
WhatsApp Tergusur, Telegram dan Signal Jadi Aplikasi Paling Banyak DiunduhApptopia merilis riset terkait dengan jumlah unduhan bulanan aplikasi. Satu di antaranya terkait dengan isu privasi data WhatsApp yang ramai belakangan ini. Ramainya persoalan kebijakan baru WhatsApp itu, menjadi tunggangan bagi Telegram dan Signal untuk meraih pengguna baru.
