Kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg yang ditargetkan rampung dalam lima tahun, ternyata belum juga selesai. Program yang digagas atas instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2007 ini menargetkan, 58 juta paket elpiji 3 kg terdistribusi dalam lima tahun.
VP Domestic Gas and LPG Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto menuturkan, program konversi minyak tanah ke LPG telah dijalankan hampir 7 tahun di seluruh Indonesia. Diakuinya, target penyelesaian program ini selama lima tahun tak tercapai.
"Hasilnya 2013 kita baru konversi 55,3 juta paket LPG dari 58 juta paket yang ditargetkan," kata Gigih di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (21/4).
Rencananya, perseroan bakal melanjutkan program konversi ini dengan target minimal 2,3 juta paket elpiji terdistribusi di seluruh wilayah Tanah Air sepanjang tahun ini.
"Terakhir pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji di mana dari semua wilayah hanya menyisakan di Papua, Ambon, sebagian Sulawesi, NTT dan Sumbawa," ujar Gigih.
