5 Kekesalan karyawan Merpati dan Kertas Leces pada Dahlan Iskan

Kekesalan karyawan BUMN pesakitan ini sudah menggunung hingga mereka tidak segan lagi mengkritik Dahlan.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
5 Kekesalan karyawan Merpati dan Kertas Leces pada Dahlan Iskan
dahlan iskan dan kiswo darmawan. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Untuk kesekian kalinya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan harus kembali menerima serangan dan kritikan pedas dari anak buahnya sendiri. Bukan bos-bos atau petinggi perusahaan pelat merah, melainkan dari serikat pekerja BUMN.

Belum reda kritik dari karyawan Bank Tabungan Negara ( BTN ) akibat rencana akuisisi, kini Dahlan diserang gabungan karyawan BUMN yang menyikapi ketidakseriusan Dahlan menyelamatkan BUMN sakit seperti PT Merpati Nusantara Airlines dan PT Kertas Leces.

Karyawan geram dengan kondisi di internal perusahaan masing-masing yang tak kunjung membaik. Dahlan Iskan sebagai perwakilan pemerintah selaku pemegang saham, tidak memiliki jalan keluar yang tepat.

Bahkan mereka tidak segan menyebut bahwa Dahlan menginginkan para karyawan dua perusahaan tersebut mati perlahan. Sebab, karyawan Merpati sudah 6 bulan tidak digaji. Yang lebih parah, karyawan Kertas Leces sudah 1 tahun tak digaji.

Padahal Kertas Leces pernah menjadi perusahaan terbesar di ASEAN pada 1990. Produksi Kertas Leces di dikenal dan ekspor ke pelbagai negara. Kini kondisi Kertas Leces berbalik 180 derajat. Sudah satu tahun gaji karyawan tidak dibayar perusahaan.

"Kami 12 bulan tidak digaji, gaji kami juga di bawah UMK. Selisihnya itu Rp 400.000. Di Probolinggo itu pada 2013 UMP Rp 1.098.000 padahal sudah puluhan tahun bekerja dan gaji kami di bawah Rp 800.000. Saat ini kami posisinya tidak di PHK tapi tidak digaji," ucap Sekjen Serikat Karyawan Kertas Leces Probolinggo, Muhammad Arham dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5).

"Per Januari ada 500 orang karyawan statusnya digantung. Akan di PHK tapi belum PHK. Mereka tidak ada SK PHK otomatis gaji mereka juga sudah tidak dibayar. Upaya kita semua lini sudah kita lakukan. Dinas ketenagakerjaan sudah berapa kali," tambahnya.

Karyawan Merpati juga mempertanyakan nasibnya yang sudah enam bulan belum digaji. Pemerintah selama ini dituding lalai atau sengaja belum mencarikan jalan keluar atas permasalahan perusahaan.

Ketua Umum Sekar Merpati yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Purwanto menyebut pembiaran pemerintah saat ini membuat kehidupan rumah tangga pegawai kacau balau. Bahkan, ada beberapa karyawan Merpati yang diminta cerai oleh istrinya karena tidak mampu menafkahi.

"Banyak istri yang minta cerai dan ini realitas yang disampaikan langsung ke saya. Ada keluarga pegawai mengatakan langsung ke saya untuk makan saja bingung apa lagi anak sekolah. Menelantarkan istri dan anak-anaknya juga. Negara harus bertanggung jawab, ini perusahaan negara yang punya," ucap Purwanto di tempat yang sama.

Kekesalan karyawan BUMN pesakitan ini sudah menggunung hingga mereka tidak segan lagi mengkritik pemegang tertinggi tongkat komando perusahaan BUMN yakni Dahlan Iskan . Merdeka.com mencatat beberapa kritik tajam dari karyawan Merpati dan Kertas Leces pada Dahlan Iskan . Berikut paparannya.

Tak serius selamatkan BUMN sakit

Masalah yang menimpa maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan PT kertas Leces membuat karyawan BUMN lainnya ikut angkat bicara. Terlebih soal upaya pemerintah yang dinilai hanya setengah hati menyelamatkan BUMN sakit.

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Iman Kukuh Pribadi menuturkan, Serikat Karyawan Merpati (Sekar Merpati) bersama Federasi Serikat Pekerja BUMN mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Langkah ini diambil lantaran mereka menilai selama ini tidak ada itikad baik dari Dahlan Iskan dan Kementerian BUMN untuk menyelamatkan Merpati dan Kertas Leces. Terlebih, ribuan orang menggantungkan hidup dari operasional perusahaan tersebut. "Kami meragukan tanggung jawab dan keseriusan negara serta Dahlan Iskan," tegasnya.

Dahlan sengaja biarkan BUMN sakit

Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Iman Kukuh Pribadi mengaku, karyawan Merpati dan FSP BUMN sudah berulang kali mengadu ke Dahlan Iskan soal masalah ini. Namun permasalahan dibiarkan begitu saja dan tidak ada jalan keluar. Bahkan Iman menuding, ada skema pembiaran agar BUMN mati dan swasta tumbuh subur di Indonesia.

Dalam surat rekomendasi ke presiden, mereka meminta SBY turun tangan sekaligus memberi instruksi tegas ke Dahlan Iskan soal eksistensi Merpati. Sebab nasib karyawan kini menggantung tanpa kejelasan.

Dahlan dituding tak mau beri pesangon

Ketua Umum Sekar Merpati yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN, Purwanto menuding pemerintah dan Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan pembiaran atas kondisi PT Merpati Nusantara Airlines yang terus menerus terpuruk. Hingga saat ini belum ada jalan keluar dari pemerintah untuk mengatasi persoalan lilitan utang perusahaan.

Purwanto menilai, kondisi ini dibiarkan terjadi agar karyawan Merpati dengan sendirinya mengundurkan diri atau resign. Dengan begitu, karyawan tidak berhak mendapatkan pesangon.

"Ada indikasi biar sengaja resign. Sebenarnya kita menghindari adanya resign karena kerja dan pengabdian kita tidak akan dihargai. Tapi karena tidak kuat bertahan ada lebih 60 orang resign sesuai UU. Setelah resign haknya dia juga tidak dibayar," ucap Purwanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5)

Dahlan dimanfaatkan kepentingan swasta

Dugaan Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Iman Kukuh Pribadi, ada kepentingan swasta di balik pembiaran terhadap BUMN sakit. Sebagai contoh, perusahaan kertas negara dimatikan agar perusahaan swasta bisa berdiri dengan kokoh. Ditambah lagi perusahaan benih seperti Sang Hyang Seri yang juga dalam masalah tidak ada penyelesaian.

Dahlan di depan manis, di belakang menghindar

Gerah dengan kondisi yang tak berangsur membaik, Arham dan beberapa karyawan menuntut kejelasan nasib mereka ke Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun kedatangannya dari Probolinggo hanya dilayani kepala humas Kementerian BUMN.

Kesal dengan perlakuan dari pemerintah pusat, Arham menyebut Dahlan Iskan tidak niat menyelamatkan Leces.

"Dahlan Iskan brengsek sekali, depan kami manis manis, belakang dia menghindar. Kami unjuk rasa dia tidak ada. Sekarang ini kami diminta bekerja tapi tidak dibayar. Ibaratnya kami dikurung tapi tidak diberi makan," tutupnya.

Rekomendasi