Tips Memilih Asuransi agar Tak Merasa Ditipu saat Ajukan Klaim

Asuransi memiliki manfaat untuk melindungi dari masalah yang akan datang di masa depan dan membantu meminimalisir kerugian. Belum lama ini, media sosial digemparkan oleh satu postingan seorang nasabah asuransi yang merasa tertipu pada tanggal 10 Oktober 2021.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tips Memilih Asuransi agar Tak Merasa Ditipu saat Ajukan Klaim
asuransi. igiftblog

Banyak yang berpikir bahwa membayar premi asuransi rasanya seperti membuang-buang uang. Hal tersebut dinilai wajar karena manfaatnya tidak terasa saat ini. Biasanya, yang memahami bahwa asuransi itu penting adalah orang yang sudah pernah mengalami risiko yang tiba-tiba terjadi.

Asuransi memiliki manfaat untuk melindungi dari masalah yang akan datang di masa depan dan membantu meminimalisir kerugian. Belum lama ini, media sosial digemparkan oleh satu postingan seorang nasabah asuransi yang merasa tertipu pada tanggal 10 Oktober 2021.

Kronologinya adalah nasabah ini memiliki asuransi kesehatan, anaknya perlu melakukan operasi dengan biaya yang diperlukan Rp50-60 juta. Namun merasa tertipu karena asuransi hanya membayar sebesar Rp10 juta.

Dari kejadian yang terjadi, masyarakat menjadi ragu untuk memiliki perlindungan kesehatan. Lalu, bagaimana masyarakat bijak dalam memilih asuransi agar dapat merasakan manfaatnya dan tidak merasa tertipu?

Robby Cristy, CFP Head of Advisory Finansialku.com menjelaskan bahwa tidak ada asuransi yang menipu, yang ada miss informasi ataupun ketidakmengertian agen penjual atau nasabah atas produk asuransi yang dibeli.

"Sehingga apa yang dipikirkan tidak sesuai dengan fakta," ujar Robby dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (13/10).

Menurut Robby, semua perusahaan asuransi pasti akan membayar klaim sesuai ketentuan polis di dalamnya. Oleh karena itu, sebagai nasabah juga harus paham apa yang diperlukan dan apakah produk asuransi tersebut memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan anggaran (budget) yang kita miliki.

"Dengan hal ini tentu bisa mengurangi keluhan yang merasa rugi beli asuransi. Padahal banyak juga orang yang terbantu dengan adanya asuransi dan terhindar dari bangkrut," katanya.

Dalam asuransi, ada istilah premi. Premi adalah kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

Robby mengatakan, tentu jumlah premi mempengaruhi risiko yang ditanggung. Namun ada faktor lain juga selain premi yang dibayar seperti jenis kelamin, jenis pekerjaan, usia, riwayat medis yang sudah dimiliki akan mempengaruhi besar premi dan besaran uang proteksinya.

Rekomendasi