Gerindra Tegaskan Rapor “Oke” Kinerja Pemerintahan Prabowo Bukan Klaim Sepihak

Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menyatakan rapor “oke” kinerja Pemerintahan Prabowo bukan klaim sepihak, didukung survei kepuasan publik dan stabilitas ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gerindra Tegaskan Rapor “Oke” Kinerja Pemerintahan Prabowo Bukan Klaim Sepihak
Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menyatakan rapor “oke” kinerja Pemerintahan Prabowo bukan klaim sepihak, didukung survei kepuasan publik dan stabilitas ekonomi. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan bahwa kinerja pemerintahannya selama dua tahun terakhir dapat dinilai “oke”. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, yang menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan merupakan klaim sepihak. Santoso menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil refleksi dari kerja keras seluruh jajaran pemerintahan.

Menurut Sugiat Santoso, pandangan Presiden Prabowo sejalan dengan persepsi positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Hal ini terbukti dari hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) per 8 Agustus 2026, yang menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen. Keberhasilan ini, kata Santoso, adalah buah dari stabilitas politik dan soliditas tim kabinet yang telah menjalankan program lintas sektor.

Penilaian “oke” tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat peluncuran 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Jumat (7/8). Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan visinya untuk memberdayakan kelompok masyarakat rentan. Ia meyakini bahwa pemerintahannya berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan tersebut.

Indikator Keberhasilan dan Dukungan Publik

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyoroti beberapa indikator kunci yang menunjukkan kinerja pemerintah “oke”. Salah satunya adalah kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak perekonomian global yang menantang. Ini menjadi krusial mengingat banyak negara menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga energi.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Santoso, memilih untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi yang lebih tinggi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi kesejahteraan rakyat dari dampak fluktuasi ekonomi global.

Selain itu, kinerja finansial Badan Pengelola Investasi Danantara juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir. Santoso menyebutkan adanya peningkatan hingga 300–400 persen, yang menunjukkan perbaikan tata kelola. Capaian ini juga mencerminkan upaya serius Presiden Prabowo dalam menutup potensi kebocoran anggaran negara.

Dorongan untuk Peningkatan dan Keterbukaan

Meskipun kinerja pemerintah dinilai “oke” dan berada di jalur yang tepat, Sugiat Santoso menegaskan bahwa predikat tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, penilaian positif ini harus menjadi pendorong bagi Presiden dan seluruh jajaran menteri. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas kerja dalam melayani masyarakat.

Pemerintah juga harus tetap membuka ruang yang luas terhadap kritik, masukan, dan pengawasan publik. Menurut Santoso, hal ini sangat penting agar berbagai program yang telah dicanangkan dapat terlaksana secara tepat sasaran. Keterbukaan ini memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

Santoso menekankan bahwa soliditas dan kerja sama antar pemimpin bangsa adalah kunci utama. “Dua tahun ini membuktikan, ketika para pemimpin bangsa bersatu dan membuang ego politik, yang diuntungkan adalah rakyat,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya persatuan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Visi Pemberdayaan Rakyat Rentan

Dalam sambutannya di acara peluncuran buku, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan visi utama pemerintahannya. Visi tersebut adalah memberdayakan kelompok masyarakat yang paling rentan atau tidak berdaya. Ini mencerminkan fokus pemerintah pada keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup bagi seluruh lapisan masyarakat.

Prabowo menjelaskan bahwa pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, kecil, dan miskin bisa tersenyum dan tertawa. “Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan,” kata Prabowo. Ini menunjukkan bahwa tujuan utama adalah memberikan harapan kepada rakyat yang paling tidak berdaya.

Keyakinan Presiden Prabowo bahwa pemerintahannya berada di jalan yang benar didasarkan pada komitmen ini. Ia percaya bahwa dengan fokus pada pemberdayaan, mereka akan selalu berada di jalur yang tepat. “Saya kira, we will always be on the right track. Kita akan selalu berada di jalan yang benar,” ucap Presiden.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi