Menag Fachrul Razi
-
CEK FAKTA: Hoaks Menag Sebut Penusukan Syeikh Ali Jaber Kriminal BiasaTangkapan layar dari artikel berjudul "Menag Sebut Penusukan Syeikh Ali Jaber Kriminal Biasa" adalah hoaks. Judul berita tersebut merupakan hasil editan
-
News •Menag: Keamanan Ulama dan Pendakwah Menjadi Tanggung Jawab BersamaFachrul mengatakan, dalam menjaga keamanan para pendakwah panitia harus proaktif berkoordinasi dengan aparat saat akan menggelar pengajian. Apalagi, jika acara yang akan digelar adalah pengajian akbar yang mendatangkan banyak massa.
-
News •Syekh Ali Jaber Ditusuk, Menag Minta Masyarakat Tidak TerprovokasiMantan Wakil Panglima TNI ini mengapresiasi langkah cepat aparat menangkap pelaku penusukkan itu. Dia minta agar kasus tersebut diusut tuntas.
-
News •Kasus Positif Covid-19 Terus Meningkat, Menag Imbau Umat Ibadah di RumahKasus positif Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Sejumlah pimpinan daerah memperketat aturan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat untuk mematuhi aturan Pemda dan Gugus Tugas.
-
News •Menag Tunjuk Syafaruddin Jadi Plt Rektor UIN Sumatera UtaraSaefuddin menjelaskan pengangkatan tersebut berdasarkan usulan dari Dirjen Pendidikan Islam. Hal tersebut untuk menjamin kelancaran layanan serta pelaksanaan tugas di UIN Sumatera Utara.
-
News •Menag Jamin Penceramah Tidak Miliki Sertifikat Masih Bisa BerdakwahMenag: Tapi tidak akan pernah ada petunjuk lanjutan untuk menghentikan ceramah karena tidak memiliki sertifikat.
-
News •Fokus Soroti Radikalisme, Menag Memperketat Penerimaan ASN KemenagMenurut Fachrul Razi, pihak Kemenag akan menyeleksi jetat proses wawancara soal pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan agar tak ada satupun ASN di lingkungan Kemenag memiliki benih pemahaman radikal.
-
News •Fachrul Bahas Radikal Dikritik: Enggak Mungkin Menag Cerita Masak Gulai KambingMenurut Menag dalam konteks acara seperti itu tentu saja dirinya akan membahas tentang bagaimana upaya deradikalisasi yang mesti dilakukan.
-
News •Menag Pastikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren 2020 Tetap Naik Rp 100 RibuFachrul Razi mengatakan, pernah ada rencana kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren ditunda lantaran dampak Covid-19. Serta ada refocussing program, anggaran Kemenag mengalami pemotongan sebesar Rp 2,6 triliun.
-
News •MUI Tolak Program Sertifikasi PendakwahIa mengatakan program tersebut juga memicu kegaduhan di tengah masyarakat karena ada kekhawatiran intervensi pemerintah dalam pelaksanaan program. Kekhawatiran tersebut, kata dia, pemerintah melalui sertifikasi dapat terlalu mengintervensi aspek keagamaan.
-
7News •Menag Klarifikasi Soal Pernyataan RadikalismeMenag Klarifikasi Soal Pernyataan Radikalisme. Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta Menag memberi klarifikasi soal pernyataan radikalisme masuk ke masjid-masjid melalui anak muda yang menguasai bahasa Arab dan good looking.
-
News •Program Penceramah Bersertifikat Dibuka untuk 8.200 PendakwahDalam Raker itu, ia menyebutkan bahwa rencana Program Penceramah Bersertifikat nantinya akan dibuka bagi 8.200 pendakwah yang bersifat sukarela dan dilaksanakan selama tiga hari melalui tiga tahapan.
-
News •Menag dan DPR Sepakat Batalkan Pemotongan Dana BOS MadrasahLanjutnya, berdasarkan hasil kesimpulan Raker kali ini, bahwa Kementerian Agama telah menyepakati kebijakan pengembalian dana dan pemotongan dana BOS Madrasah sebesar Rp 100.000 per siswa atau secara total sebesar Rp 890.905.100.000.
-
News •Menag Tak Akan Buka Nama Pesantren Jadi Klaster Covid-19Menurut Menag, hal itu karena banyak pesantren sungkan melaporkan temuan kasus Covid-19 di tempatnya lantaran takut namanya disebut. Fachrul menjelaskan bahwa pesantren yang santri atau pengurusnya terinfeksi Covid-19, maka akan mendapatkan dana afirmasi dari Kemenag.
-
News •Soal Penyataan Anak Good Looking, Menag Ingin Tingkatkan KewaspadaanMenag Fachrul bicara demikian ketika acara Kementerian PAN-RB sebagai cara agar kementerian lebih waspada. Karena dia mengakui cara ini dilakukan sebagai cara penyebaran paham radikal.
-
Politik •Demokrat Tegur Menag: Hentikan Kata-Kata Radikal!"Saya banyak sekali mendapat WA dari banyak tokoh masyarakat. Ini mereka menyampaikan kepada menteri tolong lah Menteri Agama itu jangan obral mengatakan radikal, jangan obral mengatakan teroris, jangan obral mengatakan Islam tuh sesuatu yang ganas. Ini tidak baik," kata Achmad dalam Raker bersama Menag.
-
News •Menag Tak Tahu Pidato Anak Good Looking Sebar Radikalisme Jadi Konsumsi PublikFachrul mengatakan, pernyataan itu muncul ketika acara Kementerian PAN-RB. Dengan topik membahas deradikalisasi. Sehingga, menurutnya wajar saja jika menyampaikan masalah radikalisme.
-
Politik •Rapat dengan DPR, Menag Fachrul Razi Diprotes Sering Komentar Bikin Gaduh"Banyak sekali ulama-ulama yang menghubungi kami, termasuk keluarga saya yang banyak penghafal Quran pak, jadi saya tersinggung sekali pak. Seolah-olah menarasikan orang yang hafidz Quran itu radikal, orang yang pandai berbahasa Arab itu radikal, celananya cingkrang itu radikal, di tempat mana yang radikal dan siapa?"
-
News •Menag Kenang Sosok Malik Fadjar: Beliau Tokoh Pengembangan Pendidikan Islam"Yang menarik, beliau telah membangun karir mulai menjadi guru pada Sekolah Rakyat Negeri (SRN), hingga kemudian menjadi Dirjen pada Ditjen Bimbaga Islam Kemenag di tahun 1995an," kata Menag.
-
News •Kemenag Gelontorkan Bantuan Dana Rp 65 Miliar untuk Program Kita Cinta PapuaProgram ini, resmi diluncurkan 3 September 2020. Pada tahap pertama, beasiswa diberikan kepada 257 mahasiswa Kristen Papua untuk kuliah S-1 di enam Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), yaitu di Manado, Ambon, Toraja, Palangkaraya, Kupang dan Tarutung (Sumut).
