RUPST Summarecon Putuskan Sebar Dividen Rp82,54 Miliar
Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,20 triliun.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp5 per lembar saham atau total sebesar Rp82,54 miliar.
Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,20 triliun. Selain membagikan dividen, perseroan juga menyisihkan Rp11,94 miliar sebagai dana cadangan, sementara sekitar Rp1,10 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Didukung oleh pengembangan sembilan kawasan kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang, Summarecon membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun pada tahun 2025, meningkat 27 persen dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun.
Pada tahun 2026, Summarecon menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun dengan kontribusi dari marketing sales keseluruhan proyek di 9 kawasan kota terpadu. Penjualan selama 3 bulan pertama di awal tahun 2026 ini juga sangat baik dengan mencatatkan data penjualan properti senilai Rp1,2 triliun, lebih tinggi 37 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi mengatakan, pertumbuhan marketing sales terutama didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk properti baru, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas yang tetap menunjukkan daya beli yang kuat.
"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang," ucap Adrianto di Jakarta, Kamis (11/6).
"Ke depan, dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih berlangsung sampai saat ini, Summarecon akan tetap menjaga pengelolaan cash management secara prudent, mencermati perubahan pasar yang terjadi dan tetap berfokus pada pengembangan Kota Terpadu yang berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan."
Pendapatan Summarecon
Sepanjang tahun buku 2025, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun, sementara itu laba bersih tercatat mencapai sebesar Rp1,20 triliun. Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang meliputi penjualan hunian, komersial, dan apartemen membukukan pendapatan sebesar Rp5,51 triliun dan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan Summarecon yaitu sebesar 63 persen.
Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai Rp2,28 triliun pada tahun 2025, meningkat 6 persen terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah sebesar Rp113,85 miliar.
Unit ini secara keseluruhan menyumbang 26 persen dari total keseluruhan pendapatan. Adapun untuk segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) juga mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp981,12 miliar, meningkat 1 persen dibandingkan Rp967,31 miliar pada tahun 2024.
Peningkatan ini terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif. Unit ini menyumbangkan 11 persen dari total pendapatan Summarecon.
Jajaran Direksi dan Komisaris Terbaru
Dalam RUPST tahun buku 2025, Summarecon juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Soetjipto Nagaria: Komisaris Utama
Harto Djojo Nagaria: Komisaris
Liliawati Rahardjo: Komisaris
Hendri Rahardja: Komisaris
Edi Darnadi: Komisaris Independen
Kris Erlangga Adji Widjaya: Komisaris Independen
Dewan Direksi
Adrianto Pitojo Adi: Direktur Utama
Soegianto Nagaria: Direktur
Herman Nagaria: Direktur
Sharif Benyamin: Direktur
Lydia Tjio: Direktur
Nanik Widjaja: Direktur
Jason Lim: Direktur.